<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173</atom:id><lastBuildDate>Mon, 30 Nov 2009 17:10:04 +0000</lastBuildDate><title>Masmulyadi</title><description>Catatan Pemikiran dan Refleksi</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Mul)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173.post-5367033152690846145</guid><pubDate>Thu, 21 May 2009 14:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-21T22:31:49.495+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Islam</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Pemberdayaan</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Perempuan</category><title>Politik Perempuan dalam Perspektif Hukum Islam</title><description>Rendahnya kesadaran politik perempuan (muslimah) hari ini tidak terlepas dari kondisi umum perempuan Indonesia yang buta akan peta sosial politik. Sehingga mereka mengalami peminggiran dari area publik ini. Peminggiran ini disebabkan oleh masih kentalnya budaya yang masih patriarkhi, kondisi sosio politik yang sepenuhnya belum mendukung kapasitas yang dimiliki perempuan untuk bisa tampil, bersaing dan maju. Bangkitnya gerakan perempuan untuk memperoleh kuota 30% diparlemen memang tidak bisa dipungkiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa latarbelakang yang menyebabkan gerakan perjuangan kaum perempuan menuntut kesetaraan dalam bidang politik antara lain bisa ditelursuri, Pertama, dari segi jumlah perempuan itu lebih banyak dari laki-laki. Kedua, keterlibatan perempuan dalam dunia politik menjadi bagian dalam proses demokratisasi yang terpenting. Dalam publikasi hasil penelitian UNDP menyatakan bahwa gerakan perempuan merupakan salah satu kekuatan terutama dinegara-negara dunia ketiga.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara historis, gerakan perempuan utamanya di Indonesia lahir sekitar abad ke-19 dengan munculnya tokoh-tokoh wanita semacam R.A. Kartini, R. Dewi Sartika. Merekalah yang menjadi penarik gerbong bagi kaumnya dengan melakukan upaya-upaya emansipasi dan pemberdayaan terutama bagi kaum ibu yang tidak memperoleh pendidikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Politik Dalam Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menjadi opini publik bahwa agama dan politik adalah dua sisi mata uang yang berbeda serta tidak dapat dipersatukan sama sekali. Dengan asumsi yang dibangun seperti itu, maka politik sering dianggap sebagai sesuatu yang kotor dan agama adalah sesuatu yang bersih karena itu agama dan politik tidak dapat disatukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak sepakat dengan wacana publik itu, sebab dalam islam dikenal sebagai ajaran yang menyeluruh (holistic). ……hai orang-orang yang beriman, masuklah kedalam islam secara kaffah…(QS 2: 208). Di dalam al-Qur’an dikatakan bahwa “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, mushmu, dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya” (QS Al-Anfal [8]:60).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat diatas Allah Swt memberikan lampu hijau kepada semua orang untuk melakukan aktivitas “politik.” Sehingga orientasi politik seorang muslimin wal muslimah adalah bagaimana dia memaingkan peran politik yang idealnya. Yaitu ri”ayatu syu-nil ummah.2 Artinya peran yang akan dilakoni oleh seorang politisi islam (baik laki-laki atau perempuan) adalah bagaimana dia mengurus kepentingan ummat. Politik dalam bahasa arabnya adalah siyasa berasal dari kata sasa’, “yasuusu, siyatan yang artinya mengurus kepentingan seseorang. Dengan demikian, maka jelas bahwa aktivitas politik yang dianjurkan islam adalah bagaimana mengurus kepentingan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pandangan islam mengenai perempuan :3 Pertama, perempuan dan laki-laki diciptakan dari entiti (nafs) yang sama (QS, 4:1), karena itu kedudukannya sama dan sejajar, yang membedakannya di mata Tuhan hanyalah kwalitas kiprahnya (QS, 49:13). Kedua, perempuan dan laki-laki sama dituntut untuk mewujudkan kehidupan yang baik (hayatan tayyibah) dengan melakukan kerja positif /amal saleh (QS, 16: 97), untuk tujuan ini diharapkan perempuan dan laki-laki bahu membahu, membantu satu dengan yang lain (QS, 9:71). Ketiga, perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama untuk memperoleh balasan yang setimpal atas kerja-kerja yang dilakukan (QS, 33:35). Ketiga, perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama untuk memperoleh balasan yang setimpal atas kerja-kerja yang dilakukan (QS, 33:35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang agenda politik perempuan bukanlah masalah yang mudah dikerjakan ditengah kondisi sosiologis masyarakat Indonesia yang masih bersifat tertutup dan feodal. Karena itu upaya-upaya perjuangan untuk mencapaii idealnya tidak boleh mandek dan berhenti pada suatu titik kemapanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kuota 30% hasil perjuangan panjang itu, mestilah digembirakan tentunya dengan mengedepangkan profesionalisme dan kualitas diri sebagai prasyarat untuk memenangkan persaingan yang semakin terbuka. Dengan demikian quality oriented4 wajib dijadikan agenda untuk menjalani titian menuju Indonesia baru yang lebih santun, beradab, dan nir penindasan. Wallahu A’lam bisshawab!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4648007261453340173-5367033152690846145?l=adikusumah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/2009/05/politik-perempuan-dalam-perspektif.html</link><author>noreply@blogger.com (Mul)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173.post-4142903293123381006</guid><pubDate>Mon, 18 May 2009 17:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-19T02:06:51.547+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>kursus</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>pemikiran</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>ekonomi</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>sejarah</category><title>Short Course on Historical Economic Thought</title><description>Sanggar Belajar Komunitas (SBK) Yogyakarta bermaksud melaksanakan Short Course on Historical Economic Thought (HET). Program ini akan dimulai bulan Juli. Bagi Mereka yang berminat dan concern dengan masalah-masalah ekonomi dan politik, kami mengundang saudara-saudari untuk menjadi peserta pada program tersebut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat program ini pesertanya dibatasi, maka kami silakan untuk mendafatar secepatnya. Pertemuan kelas akan di laksanakan sekali dua minggu di Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Informasi dan Pendaftaran Silahkan&lt;br /&gt;Menghubungi Saudara M. Sobar, SE&lt;br /&gt;No HP 0817 5497 139&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4648007261453340173-4142903293123381006?l=adikusumah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/2009/05/short-course-on-historical-economic.html</link><author>noreply@blogger.com (Mul)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173.post-1312109254404014825</guid><pubDate>Sun, 17 May 2009 04:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-19T01:49:48.052+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>neoliberal</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>menolak</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>ekonomi</category><title>Menolak Mazhab Pasarisme</title><description>Depresi besar pada 1930-an merupakan satu peristiwa traumatik yang pernah melanda umat manusia. Kejadian ini sangat mengejutkan banyak orang mengingat pencapaian yang begitu gemilang dalam ekonomi barat. Akibat depresi ini, standar hidup masyarakat mengerdil sampai ketitik nadir. Bank-bank dengan nama besar ambruk di gulung oleh gelombang depresi ekonomi. Pengangguran bergerak kepuncak dan saham dibursa pasar finansial terjung bebas. Eropa dirundung duka dan seluruh dunia diambang tsunami ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini diabad ini dimana ekonomi berada dipuncak geliatnya seakan mengingatkan kita pada peristiwa serupa dimasa lampau. Banyak ahli ekonomi mengatakan bahwa ini hanya guncangan finansial semata. Tapi saya tidak setuju dengan pandangan mayoritas ilmuwan dan pengamat ekonomi itu. Bagi saya, ini krisis kapitalisme dan merupakan bukti kegagalan dari model ekonomi yang ditukangi oleh Adam Smith ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini semua orang tiarap. Pabrik-pabrik gulung tikar. Bank-bank juga gamang dan tersungkur satu persatu. Aktivitas ekonomi hampir tak lagi bergerak. Aliran impor dan ekspor terhenti. Perusahaan-perusahaan kelas raksasa memberhentikan karyawannya demi bertahan hidup dan efisiensi. Banyak orang lalu bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang pusing dengan kondisi krisis ekonomi yang melanda dunia. Dan pengamat memprediksi, kondisi ini belum memiliki tanda-tanda akan berakhir. Negara-negara yang selama ini memuja pasar, kini dengan sangat malu harus menyelamatkan ekonominya melalui berbagai stimulus fiskal. Sebuah langkah yang amat dibenci oleh eyang Smith.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neoliberalisme&lt;br /&gt;Dalam konteks ekonomi, pemikiran mengenai mekanisme pasar bebas jika ditelusuri jauh kebelakan, maka gagasan ini berawal dari seorang tokoh mazhab fisiokrat, Francis Quesnay. Mottonya yang terkenal laissez faire – laissez passer sangat menginspirasi Smith dalam melahirkan konsep free market systemnya di kemudian hari. Bagi Smith negara sedapat mungkin tidak melakukan campur tangan dalam mengatur perekonomian. Biarkanlah perekonomian berjalan dengan wajar tanpa campur tangan negara. Sebab akan ada suatu tangan tak kentara (invisible hand) yang akan membawa perekonomian tersebut bergerak kepada keseimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan ini saya kira tidak bisa dilepas dari pemikiran seorang ilmuwan lainnya, Charles Darwin. Darwin mengatakan bahwa dalam hidup ini akan terjadi suatu pertarungan dimana yang akan muncul menjadi pemenang adalah mereka yang terbaik. Atau dalam istilah ekonomi sekarang, ialah mereka yang paling kompetitif. Mereka yang membayar tenaga kerja murah, efisien dalam alokasi sumber daya dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smith lupa bahwa karakteristik manusia itu serakah. Sehingga dalam prakteknya kita tak menemukan suatu pun teori ini menemukan relefansinya. Orang-orang begitu curang. Apa pun dilakukan dalam mengakumulasi kapital. Hal-hal yang bersifat etik pun ditabrak. Jadilah perekonomian itu menjadi rimba yang menggulung orang-orang kecil. Hukum rimba berlaku, siapa yang kuat dialah yang akan menang. Siapa yang paling memiliki akses dialah yang menang. Dalam kondisi inilah terjadi selingkuh antara kuasa dan modal yang melahirkan anak haram koorporatokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neoliberalisme sendiri merupakan hasil dari evolusi pemikiran ini. Dalam perkembangannya neoliberalisme mengalami pembelahan. Pertama, aliran Ordo Neoliberalisme. Pemikiran ini berkembang di Jerman akhir tahun 20-an, pemikirannya sudah mengakomodasi kritikan-kritikan yang dilancarkan oleh pengikut Marx. Kedua, aliran neoliberalisme yang dikembangkan oleh tokoh-tokoh neoliberal yang tergabung dalam The Mont Pelerin Society (MPS). Aliran ini tidak menghendaki adanya campur tangan pemerintah dalam perekonomian dan menjadikan pasar sebagai satu-satunya tolak ukur keberhasilan program-program pembangunan. Bahkan pada tingkat tertentu mazhab ini menihilkan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh mazhab pasarisme ini antara lain: F.A. Heyek, Milton Friedman, Gray S. Becker, dan George Stigler. Dan pendukung paling banyak aliran ini adalah orang-orang Yahudi jebolan ekonomi Universitas Chicago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin mengingatkan kita semua dengan pidato Prof. Budiono di gedung Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Jum’at (15/05) “Negara tidak boleh terlalu banyak campur tangan. Sebab itu akan mematikan kreativitas. Tetapi negara juga tidak boleh hanya tertidur.” coba perhatikan dua anak kalimat awal dari professor ilmu ekonomi UGM ini betapa terang bagaimana jalan pikiran ekonomi pasar dan moneteris yang menjadi lokomotif ekonomi bagi guru saya ini. Ini persis dengan pernyataan dedengkot pasarisme, Friedman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya meyakinkan kita semua bagaimana jalan pikiran pak Bud, coba kita buka kembali pidato pengukuhan guru besarnya dibidang ilmu ekonomi tahun 2007 yang lalu di Bulaksumur. Dalam pidato puncak karir akademiknya itu, lelaki kalem yang tak banyak bicara ini menulis dengan judul “Dimensi Ekonomi-Politik Pembangunan Indonesia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam naskah itu tertera jelas pertumbuhan amat didengunkan. Karena pertumbuhan akan memberikan efek tetes minyak bagi masyarakat. Dengan begitu diharapkan terjadi pemerataan, mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Inilah yang disebut dengan trickle down effect. Saya melihat pak Bud, memahami sejarah ekonomi kita sebagai sebuah rangkaian peristiwa saja, padahal menurutku amat banyak hal substansial yang bisa dipelajari atau dimaknai disana. Juga pak Bud abai dengan serangkaian aspek struktural, misalnya bagaimana relasi ekonomi kita sebagai bagian dari struktur besar merkantilisme, Belanda (VOC) sebagai negara jajahan. Itu yang membuat begitu kuatnya Hatta dalam mempertahankan koperasi sebagai basis ekonomi bagi Indonesia. Walau pun ini mungkin "gagal" dalam implementasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini sama sekali tidak ingin masuk membicarakan pribadi pak Bud, saya lebih tertarik mempersoalkan wilayah pemikirannya semata karena saya takut terjebak dalam kesesatan berfikir (fallacy) dan lalu menyerang orang secara pribadi atau Argumentum ad Hominem. Sosok pak Bud adalah pribadi yang sederhana dan guru yang baik, rajin mengajar walau pun sudah menjabat menkoperekonomian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kenapa harus menolak Neoliberalisme?&lt;br /&gt;Jelas secara normatif, ekonomi haluan liberal dalam konteks Indonesia tidak mendapat tempat secara konstitusional. Sebab dalam ekonomi nasional yang dianut adalah asas kolektivisme. Ini tercermin dalam UUD 1945 ada dua anak kata yang amat menarik yaitu ‘kesejahteraan’ dan ‘keadilan’. Artinya para founding father negeri ini merancang suatu bangunan ekonomi yang menyejahterakan dan berkeadilan. Dengan koperasi sebagai instrumennya. Para pendiri republik menyadari betapa berbahayanya kepemilikan individual apalagi berkaitan dengan hajat hidup orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, secara praksis ekonomi, sebenarnya ekonomi neoliberal telah gagal dalam menyejahterakan umat manusia. Rentetan krisis ekonomi yang terjadi mulai tahun 30-an, 60-an, 90-an dan sekarang 2009 menunjukkan betapa model ekonomi ini tidak memiliki basis sosial yang kuat dan menjadi alasan bagi negara-negara dunia ketiga untuk mempertahankannya. Ia telah gagal dan menjilat ludahnya. Dengan sangat malu, terpaksa harus melakukan campur tangan fiskal dalam bentuk stimulus untuk menjaga agar praktek ekonominya tidak ambruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin mengutip James Tobin, peraih nobel ekonomi tahun 1981, ia menulis begini "Kita menghamburkan semakin banyak sumber daya kita ke dalam semakin banyak aktivitas keuangan yang kian menjauh dari produksi barang dan jasa. Itulah kegiatan pengerukan laba yang sama sekali tidak punya produktivitas sosial. Genesius komputer telah disalahgunakan untuk 'ekonomi kertas', tidak membantu transaksi ekonomi secara produktif, tetapi hanya menggelembungkan jumlah dan ragam transaksi finansial. Itulah mengapa sampai kini tinggi hanya menghasilkan dampak mengecewakan bagi ekonomi, membantu pembiakan spekulasi yang ganas, tidak efisien dan bermata rabun".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jujur Andrew Lahde, seorang pialang pasar saham yang pada tahun 2007 lalu pernah melipatgandakan uang para kliennya sampai 1.000 persen. Ia adalah pemilik Lahde Capital. Ia tidak sampai bunuh diri akibat krisis finansial yang melanda USA, namun ia menulis surat selamat tinggal yang kira-kira intinya bahwa hidup akan kian mencekik dan resesi ekonomi beberapa tahun kedepan belum akan berakhir. "Saya memilih duduk di pinggir, menunggu. Bukankah duduk dan menunggu tanpa melakukan apa-apa adalah cara yang selama ini kita pakai untuk menjarah uang kredit perumahan? Kapitalisme telah hidup 200 tahu, tetapi zaman telah berubah, dan sistem ini sekarang telah menjadi sedemikian korup".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara etik, ekonomi neoliberal sangat tidak adil. Hukum rimba tak bisa dihindari dalam kompetisi pasar. Akhirnya menghalalkan segala cara untuk mengakumulasi kapital, baik yang dilakukan oleh individu pemodal atau pun yang dilakukan oleh negara. Lahirlah anak haram rezim koorporatokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata wassalam kapitalisme global.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4648007261453340173-1312109254404014825?l=adikusumah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/2009/05/menolak-mazhab-pasarisme_17.html</link><author>noreply@blogger.com (Mul)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173.post-7758700707783246323</guid><pubDate>Sun, 17 May 2009 04:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-17T12:50:51.582+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Pendidikan</category><title>Sekolah Gratis vs BHP; Dualisme Ide yang Menegasikan</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_dcbd2DjzTkY/Sg-XpLqxY6I/AAAAAAAAAMc/S2zQxENlSH4/s1600-h/BHP.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 132px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_dcbd2DjzTkY/Sg-XpLqxY6I/AAAAAAAAAMc/S2zQxENlSH4/s200/BHP.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336650817219945378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau dicermati dua bulan terakhir ini diberbagai TV swasta, Departemen Pendidikan Nasional membuat iklan layanan masyarakat dengan tema "sekolah gratis". Iklan yang dibintangi oleh perempuan cantik keturunan Aceh, Cut Mini memberi pesan bahwa siapa pun bisa sekolah. Terlepas apakah ia seorang anak loper koran, anak kondektur bus. Pesan yang sungguh menarik dan inilah inti pesan yang disampaikan oleh Depdiknas, bahwa pendidikan merupakan tanggungjawab negara. Karena itu bersekolahlah. Gantungkanlah cita-cita setinggi apa pun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas kita bersepakat dengan gagasan iklan diatas, ada suatu yang kontradiksi dan saling menegasikan yang dilakukan oleh Depdiknas. Disatu sisi ia mengiklankan sekolah gratis yang merupakan turunan gagasan negara kesejahteraan yang diperas dari UUD 45, yaitu negara bertanggungjawab untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain, Depdiknas mensosialisasikan kalau tidak kita sebut juga dengan iklan Badan Hukum Pendidikan (BHP) yang diklaim oleh Mendiknas, Bambang Sudibyo sebagai terobosan penting dan pertama di Asia dalam suatu wawancara dengan ANTV. Suatu gagasan yang jelas-jelas neolib ... ... ... gagasan yang ingin membuang jauh-jauh tanggungjawab konstitusional negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sungguh memalukan. Tidak jelas, kiri apa kanan .... bingung juga jadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan sekolah gratis dan gagasan BHP (Privatisasi Pendidikan) adalah dua hal yang sangat bertolak belakang. Sebagaimana tolak menolaknya antara dua magnet yang sama-sama positif. Gagasan sekolah gratis sumbernya adalah welfare state yang jika ditelusuri, maka hulunya adalah ide mengenai kesejahteraan bersama. Sementara BHP (Privatisasi Pendidikan) adalah gagasan yang bersumber dari neoliberalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ustad dan pendeta, khutbahkanlah ke jamaah kalian, ini perang terhadap tangan-tangan neolib. Sadarkan umat, BHP itu menyesatkan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4648007261453340173-7758700707783246323?l=adikusumah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/2009/05/sekolah-gratis-vs-bhp-dualisme-ide-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (Mul)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_dcbd2DjzTkY/Sg-XpLqxY6I/AAAAAAAAAMc/S2zQxENlSH4/s72-c/BHP.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173.post-6189549348348182464</guid><pubDate>Sun, 17 May 2009 04:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-17T12:47:32.107+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Pemberdayaan</category><title>PNPM, Politik Penjinakan</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_dcbd2DjzTkY/Sg-W2i7MizI/AAAAAAAAAMU/UugUs5lyVZw/s1600-h/pnpm.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 172px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_dcbd2DjzTkY/Sg-W2i7MizI/AAAAAAAAAMU/UugUs5lyVZw/s200/pnpm.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336649947289520946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mungkin anda pernah mendengar program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM). Program pemerintah yang dibiayai dari utang luar negeri. Yang diklaim oleh pemerintah sebuah keberhasilan. Seperti halnya bantuan langsung tunai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah itu pemberdayaan? Atau hanyalah sekedar kamuflase. Lalu masyarakat dibuat tak bisa merdeka atas pikiran dan sikapnya. Sehingga masyarakat lalu - meminjam istilahnya Mansour Faqih - dijinakkan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dibuka kembali buku-buku teks tentang pemberdayaan, pemberdayaan dijelaskan sebagai pemberian kuasa bagi subyek yang tidak berdaya. Sehingga subyek tersebut memiliki kekuasaan alias bedaya. Jadi bisa dikatakan bahwa pemberdayaan hakikatnya adalah pemberkuasaan. Pertanyaan lanjutan ialah, apakah masyarakat sudah berkuasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini amat sulit untuk dijelaskan, setidak-tidaknya untuk mengukur tingkat keberdayaan publik. Sederhana saja, kekuasaan atas dirinya untuk memilih berdasarkan hati terdalamnya saja sudah didikte, apalagi berkuasa untuk hal lain. Jadi bagaimana kita harus bersetuju bahwa dilanjutkan, sementara banyak persoalan esensial yang tidak selesai dan tidak ditunaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya amat setuju bahwa program-program pemerintah, PNPM, BLT, utang luar negeri (dalam bentuk obligasi) dan sebagainya telah berhasil menjinakkan publik.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4648007261453340173-6189549348348182464?l=adikusumah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/2009/05/pnpm-politik-penjinakan.html</link><author>noreply@blogger.com (Mul)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_dcbd2DjzTkY/Sg-W2i7MizI/AAAAAAAAAMU/UugUs5lyVZw/s72-c/pnpm.png' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173.post-9172524980301484641</guid><pubDate>Tue, 27 Jan 2009 06:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-27T15:41:52.816+08:00</atom:updated><title>Neraka kah tempatku ?</title><description>Di umurku yang sudah berhak memilih saya tak menggunakan hak pilih saya. Ketika itu tahun 1999. Pemilu demokratis pertama yang dilaksanakan pascareformasi. Alasannya sederhana saja, saya tak sempat memilih. Saya sibuk. Amanat yang saya sandang sebagai pemantau pemilu (KIPP) saya gengam erat. Saya ketua tingkat kecamatan Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM). Dan mengingat betul doktrin amanah yang dilatihkan di training IRM. Sehingga tak mau melewatkan secuil pun proses pemilihan dan penghitungan di TPS yang paling rawan penyelewengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima tahun kemudian, pemilu 2004 saya masih seperti pemilu sebelumnya. Saya tak memilih baik legislatif, DPD dan presiden sekali pun. Padahal, sebagai aktivis Muhammadiyah, saya memiliki keterkaitan secara historis dengan salah satu calon presiden (M. Amien Rais). Ketika itu saya harus mengurusi pemilu legislatif, DPD dan Presiden.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mendapat mandat dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang diteken oleh Ketua KPU, Prof. Nasaruddin Syamsuddin sebagai koordinator entri data di Enrekang, Sulawesi Selatan. Saya mengkoordinasi kabupaten tersebut. Medannya luar biasa berat. Bergunung-gunung, sebab Enrekang merupakang kaki gunung Bawakaraeng. Saya menyaksikan betapa luar biasa pelaksana pemilu ditingkat kecamatan dan desa. Mereka harus menggunakan Kuda untuk mengangkut kotak suara dari ibu kota kabupaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini setelah hampir sepuluh tahun berlalu, kondisi tak banyak berubah. Wakil rakyat yang dipilih orang-orang lakunya tak sesuai tutur katanya. Kelakuannya seperti si kucing garong. Oleh Syafii Ma'arif dikritik sebagai politisi rabun ayam. Jenis politisi yang hanya bisa melihat dollar, perempuan dan kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rentetan peristiwa memalukan terjadi dan direncanakan di gedung wakil rakyat itu. Tempat itu menjadi sarang korupsi. Disana pula selingkuh terjadi. Berbagai manipulasi. Satu demi satu mereka diringkus oleh KPK karena kedapatan mencuri. Ada diringkus di Hotel karena menggauli perempuan. Ironis, sampai disitulah karir mereka. Dalam hati saya bergumam, untung saya tidak memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai Islam pun tak jauh beda kelakuannya. Mereka korup juga. Nyogok juga. Nerima suap juga. Menggunakan segala cara demi target politik jangka pendek. Yang membuat Islam semakin hina, semakin jauh dari kesuciannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu, di tempat kelahiran ulama kharismatik, Prof. HAMKA yang ketua MUI pertama. Forum ijtima' Ulama Komisi Fatwa MUI memutuskan haramnya merokok dan Golput. Yang oleh HAMKA sendiri tidak dilakukan dizaman ia memimpin MUI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga bingung dengan keputusan pengharaman Golput itu. Jika sekiranya keputusan itu dihitung mundur, maka dosa saya sudah luar biasa. Saya sudah dua kali tidak memilih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita umpamakan Pilkada Jateng, dimana Golputnya sekitar 40%, maka ada sekitar itu yang melaksanakan dosa secara berjamaah dalam waktu yang bersamaan. Sementara kita diperhadapkan pada kualitas pilihan yang oleh teman saya disebut, walaya mutu wala yahya, tidak bermutu menghabiskan biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yang sedang berniat untuk tidak memilih lagi akhirnya jadi bingung. Dalam hatiku bergumam, untunglah majelis tarjih tidak memutuskan hal yang sama. Bagi Muhammadiyah, pilihan politik itu wilayah ijtihadi yang sifatnya personal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mudah-mudahan dengan tidak memilih lagi. Saya dan yang golput lainnya tidak di ganjar gara-gara fatwa membingungkan ini. Begitu mudahnya mengeluarkan fatwa. Mohon maaf ya Allah, jika saya Golput. Saya cuman tidak ingin kualitas anggota DPR saya diisi oleh orang-orang yang otaknya cuman duit, selengkangan dan keduniaan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4648007261453340173-9172524980301484641?l=adikusumah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/2009/01/neraka-kah-tempatku.html</link><author>noreply@blogger.com (Mul)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173.post-6375758331088718620</guid><pubDate>Wed, 21 Jan 2009 09:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-26T19:50:03.458+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Transformasi Sosial</category><title>Islam; Nalar Pembebasan dan Transformasi Sosial</title><description>“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan, sangat mengingingkan keselamatan bagimu” (Q.S. [9] : 128)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“saya memasuki Islam, tanpa mengingkari apa yang pernah dibawakan Yesus dalam hidup saya, karena Yesus dalam Qur’an adalah nabi Islam. Saya juga tidak mengingkari apa yang telah diajarkan marxisme kepada saya untuk menganalisa masyarakat kita agar dapat bertindak didalamnya secara efisien, karena aqidah Islam tidak menolak sains atau teknik apapun, tetapi sebaliknya mempersatukan dan menempatkan dijalan Allah ........” (Roger Garaudy, 1984)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Risalah Pengantar:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Advokasi Sosial Dalam Terang Wahyu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Namanya Muhammad bin Abdullah. Ketika usianya memasuki masa remaja, ia menemukan masyarakat Mekkah berkubang dalam penyimpangan-penyimpangan etik sosial. Perbudakan telah menghasung nilai-nilai kemanusiaan. Kepentingan kapital berjuis menghasilkan perdagangan riba, praktek ekonomi yang eksploitatif. Mitos tentang aib anak perempuan mitif dan latar belakangnya adalah materi, yang lalu berujung pada penguburan hidup-hidup bayi perempuan (Q.S. [81] : 8 - 9). Relasi sosial menjadi timpang. Komulasi kapital pada segelintir orang (konglomerat borjuis) mendedehkan mayoritas tertindas.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kondisi sosial yang kian miris, ia lalu memutuskan melakukan kontemplasi spiritual (khalwat), disebuah tempat yang dalam sejarah disebut gua Hira’. Selama masa yang cukup panjang dalam pendakian spiritualnya, ia tak hanya mengisi malam-malamnya dengan munajat, namun juga menjalani hari-harinya dengan derma dan memberi makan kepada orang-orang miskin. Tuhan kemudian menyapanya, wahyu pertama turun (Q.S. [96] : 1-5 ) dan inilah yang menandai lahirnya sebuah konsepsi kritikal terhadap sistem sosial yang lama. Dalam terang wahyu agama tersebut, Muhammad menjadi nabi utusan Tuhan untuk melakukan pencerahan, pendampingan dan pembelaan (3P, he ... he ... IRM bangat ) struktural maupun kultural terhadap kaum yang tertindas dalam dua stage. Pertama, membangkitkan harga diri rakyat tertindas, berada dan bergerak bersama para hamba sahaya dan orang-orang miskin. Kedua, sebagai pemimpin dan pembebas kaum tertindas, beliau memilih hidup seperti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Islam dan Responsibilitas: Membela Kaum Tertindas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa kamu tidak mau berperang dijalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki maupun anak-anak yang semuanya berdoa; ‘ya tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi engkau (Q.S. [4] : 75 )“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asghar Ali Engineer mengutip Khaury, seorang penulis kristen Lebanon yang menulis tentang misi awal Islam; “Betapa sering kita mendengar panggilan muazzin dari menara masjid kota Arab yang abadi ini, Allahu Akbar! Allahu Akbar! Betapa sering kita membaca atau diceritakan bahwa Bilal dari Abbesenia, adalah orang pertama yang membuat semenanjung Arabia bergema dengan panggilan ini, pada waktu misi Nabi sedang berada pada pertumbuhannya, saat itu ia menanggung penyiksa dari para penganiaya dan orang-orang konservatif yang keras kepala. Adzan Bilal adalah seuntai “genderang pengiring” awal dari suatu perjuangan antara suatu zaman yang akan berakhir dan suatu zaman yang mataharinya menyingsingkan keadilan. Tetapi sudah pernahkah engkau merenungkan tentang apa yang berkaitan dengan panggilan itu dan apa makna yang dikandungnya? Apakah engkau ingat, setiap kali engkau mendengar gema dari panggilan sejati itu? Apa maksud Allahu Akbar? Dalam bahasa sederhana; hukum lintah darat yang rakus! Tuntut pajak orang yang menumpuk keuntungan! Sita harta para monopolis pencuri itu! Bagikan roti pada rakyat! Buka jalan pendidikan dan kemajuan bagi perempuan! Hancurkan semua orang yang hina yang membentangkan kesombongan dan membuat ummat menjadi berkelas-kelas! Cari ilmu walau sampai kenegeri China (China sekarang tidak hanya sekedar China masa lalu), biarkanlah bintang-bintang kebebasan dan demokrasi sejati bercahaya terus menerus”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sebagai gerakan keagamaan, tidak hanya menyangkut spiritualitas, tetapi lebih jauh dari itu ia adalah locus kepedulian dari pembentukan masyarakat adil, bebas dari eksploitasi, penindasan, dominasi dan ketidakadilan, dalam bentuk apapun. Engineer kemudian merekomendasikan defenisi ulang terhadap beberapa istilah yang sering digunakan dalam Qur’an seperti; kufr, iman dan tauhid. Istilah-istilah tersebut memiliki konotasi dan implikasi sosial. Kufr, misalnya tidak melulu berarti penolakan secara formal terhadap agama, akan tetapi orang menjadi kufr karena tidak memiliki sensitifitas sosial, melakukan penumpukan kekayaan, penindasan dan eksploitasi. Dalam salah satu surah misalnya al-Qur’an menuturkan dengan indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Tahukan kamu orang-orang yang mendustakan agama? Itulah orang-orang yang menghardik anak yatim, tidak menganjurkan memberi makan orang miskin (Q.S. [107] : 1-3)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep sentral lainnya dari Islam adalah tauhid, dalam perspektif tradisional, mengacu pada keesaan Allah. Dalam paradigma pembebasan dan transformasi sosial, tauhid takkan mentolerir diskriminasi, hegemoni dan ketidakadilan, serta secara jelas menentang semua institusi yang menindas. Iman senantiasa diikuti dengan kosa kata amal saleh, oleh Kuntowijoyo amala saleh dimaknai sebagai revolusi sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa hadist, seperti dipaparkan oleh Jalaluddin Rakhmat, Nabi menjelaskan iman dengan indikator-indikator kepedulian terhadap kelompok merginal (pheriperal). “Tidak beriman kepadaku mereka yang tidur kenyang, sedangkan tetangganya kelaparan disampingnya”, demikian kata Nabi dalam riwayat Tabrani dan Al Bazzar. Dengan demikian, iman menjadi proses internal kenyataan dan dorongan menuju perubahan, bukan mencari penyesuaian dengan kenyataan. Seperti apa yang dikatakan oleh Roger Garaudy, “iman memasukkan kita kedalam pertarungan dengan kenyataan”. Maka agama, pentulan dari kenyataan, tetapi juga protes terhadap kenyataan sekaligus proyeksi terhadap kenyataan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur’an menurut Mulkhan, bukanlah sebuah kitab yang hanya berbicara tentang tuhan, surga, setan atau malaikat, makhluk ghaib, kematian dan akhirat. Melaingkan juga tentang sejarah dunia dan alam semesta dengan segala isinya beserta masalah kemanusiaan. Semua masalah teologi tersebut, oleh Al Qur’an, dibicarakan dalam kerangka kemanusiaan. Agama kemudian mewujudkan menjadi praksis sosial untuk meretas problem manusia. Untuk itu segera harus difahami, bahwa beragama (Islam) meniscayakan tanggung jawab sosial dalam rangka pembelaan (advokasi) kaum tertindas (proletar – mustadha’afin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesadaran Nubuwah Menuju Aktivisme Sejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Para Nabi senantiasa memperjuangkan monoteisme (Tauhid), dalam segenap perbuatan, tujuan dan dedikasih mereka. Kazou shimogaki, menggambarkan pandangan dunia Tauhid, dalam kehidupan sosial muslim sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dalam tauhid secara logis dapat ditarik pengertian bahwa penciptaan Tuhan adalah esa. Menolak segala bentuk diskriminasi berdasarkan ras, warna kulit, kelas, garis keturunan, kekayaan dan kekuasaan. Menempatkan manusia dalam kesamaan. Ia juga menyatukan antara manusia dan alam yang melengkapi penciptaan Tuhan. Ke-esaan tuhan berarti juga keesaan kehidupan, yakni tidak ada pemisahan antara spiritualitas dan kewadagan, antara keagamaan dan keduniawian. Dengan memahami seluruh aspek kehidupan diatur oleh satu hukum dan tujuan seluruh muslim bersatu dalam kehendak Allah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tauhid, dengan demikian, merupakan lokus kecintaan kemanusiaan dalam proyeksi ilahiah. Dalam kaitan Tauhid sebagai evolusi kenabian, menarik untuk mengikuti apa yang disebut oleh Murtadha Muthahhari ‘Daur Tuhan’. Para nabi, pada awal perjalanannya dimulai dari cinta yang sangat dalam kepada tuhan. Cinta ini kemudian mendorong nabi untuk berjalan menuju tuhannya, untuk sebuah evolusi kenabian. Fase ini disebut “perjalanan dari mahluk menuju khalik”. Kekariban dengan ambang tuhan, oleh Iman Ali AS, disebut sebagai muara (maqam) yang penuh damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir dari perjalanan itu adalah awal dari perjalanan lain, yaitu fase kedua yang dinamakan “perjalanan dalam kebenaran dengan kebenaran”, pada tahap ini nabi tidak kemudian berhenti, seperti seorang sufi yang berkata, “aku bersumpah demi Allah, jika mampu mencapai tempat itu, aku tak akan pernah kembali ke bumi”. Akan tetapi setelah dikaruniai kebenaran paripurna, melintasi ‘daur tuhan’, dan mengenali krama ‘maqam’, mereka ditunjuk sebagai nabi dan memulai perjalanan ketiga yaitu “perjalanan dari tuhan ke arah manusia”. Inilah perjalanan yang menjadi penanda dimulainya aktivisme sejarah, menjelajah diantara manusia untuk melakukan transformasi sosial, dengan pisau intelektualitas dan bara ingatan akan tuhan. Kembalinya nabi ke arah manusia, ini menandai permulaan perjalanan dan kisaran evolusi keempat nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kini telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaannya. Ia sangat menginginkan (keselamatan dan keimanan bagimu, umat welas asih lagi penyayang”. (Q.S. [9] : 129 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tauhid merupakan tiang pancang kesadaran nubuwah meniscayakan lahirnya tanggung jawab sosial, membangkitkan kecakapan alami insaniah, dan mencerahkan naluri ghaib serta cinta kasih tersembunyi pada eksistensi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Transformasi Sosial; Agama Sebagai Candu atau Pembebas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ditengah masyarakat Eropa, Karl Heinrich Marx menyaksikan, betapa fungsi agama telah diubah citranya menjadi alat “meninabobokan” dengan janji penyelamatan akhirat diatas penderitaan dan kelaparan. Lembaga-lembaga agama (kristen ketika itu) dan pemimpin agama telah memainkan peranan diluar misi agama sebagai pengemban kasih dan pembela hak-hak kaum tertindas. Agama menjadi alat legalisasi kekuasaan yang menguntungkan segelintir elit. Andi Muawiyah Ramli menuliskan kembali kritik Marx terhadap agama :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Agama adalah kesadaran diri dan perasaan pribadi manusia, disaat ia belum menemukan dirinya atau disaat ia telah kehilangan dirinya. Tetapi manusia itu bukanlah sejenis mahkluk abstrak yang berjuang diluar dunia. Manusia adalah dunia manusia, negara, masyarakat. Negara, masyarakat itu menghasilkan agama, yang merupakan suatu kesadaran terhadap dunia yang tidak masuk akal. Agama adalah teori tentang dunia, ensiklopedia compendium ... ia adalah realisasi fantastis mahkluk manusia, sebab ia tidak memiliki realitas yang sungguh jadi ... kesengsaraan religius di satu pihak adalah pernyataan dari kesengsaraan nyata, dan dilain pihak sebagai suatu protes terhadap kesengsaraan yang nyata itu. Agama adalah keluh kesah mahkluk tertindas jiwa dari suatu dunia yang tidak berkalbu, seperti halnya ia merupakan roh dari suatu kebudayaan yang mengenal roh. Agama adalah candu bagi rakyat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian pada akhirnya agama tidak lebih dari ilusi-ilusi sehingga menurut Marx :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Penghapusan agama sebagai suatu kebahagiaan palsu bagi rakyat adalah kebahagiaan nyata bagi rakyat, itulah tuntutan-tuntutan palsu untuk menolak suatu keadaan yang membutuhkan ilusi-ilusi. Maka kritik agama pada dasarnya adalah kritik terhadap lembah air mata yang mahkotanya adalah agama”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Michael Lowy ungkapan Marx diatas lebih menyimpan nuansa ketimbang benar-benar percaya. Analisis itu bersifat dialektis karena menyatakan watak penuh saling pertentangan dari gejala keagamaan, pada saat tertentu menjadi kekuatan penentang melawan kemapanan itu. Jadi sesungguhnya Marx tetap mempertimbangkan watak ganda dari agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan Islam? Mansour Faqih mempetakan gerakan Islam dalam respon fenomena sosial yang berkembang dengan empat paradigma, yakni paradigma tradisionalis, modernis, revivalist dan transformatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, paradigma tradisionalis percaya bahwa permasalahan kemiskinan ummat pada hakekatnya ketentuan dan rencana Tuhan. Masalah kemiskinan dan marginalisasi difahami sebagai ”ujian” atas keimanan. Akar teologis paradigma ini bersandar pada konsep sunni (aliran Asy’ariyah), mengenai predeterminism (takdir), yakni ketentuan dan rencana Tuhan jauh sebelum diciptakannya alam. Meskipun manusia didorong untuk berusaha, akhirnya tuhan yang mutlak menentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, paradigma modernis atau Islam liberal. Mareka menangkap bahwa masalah yang dihadapi kaum miskin pada dasarnya berakar pada persoalan ”karena ada yang salah dalam sikap mental, budaya, ataupun teologi yang mereka pegangi”. Asumsi dasar mereka adalah bahwa keterbelakang umat Islam karena mereka melakukan sakralisasi terhadap semua aspek kehidupan, maka diperlukan agenda sekularisasi agama. Jadi yang salah adalah si korban sendiri, tanpa melihat faktor lain (struktur sosial).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, paradigma revivalist atau fundamentalis, mereka meyakini bahwa faktor penyebab keterbelakangan ummat dikerenakan ummat memakai ideologi atau ”isme” yang lain sebagai pijakan dasar ketimbang menggunakan Al-Qur’an. Keempat, paradigma transformatif, adalah fikiran alternatif terhadap ketiga paradigma diatas. Mereka percaya bahwa kemiskinan rakyat, termasuk kaum muslim, disebabkan oleh ketidakadilan sistem dan struktur ekonomi, politik maupun kultur. Sehingga yang niscaya untuk dilakukan transformasi terhadap struktur melalui penciptaan relasi yang fundamental baru dan lebih adil dalam bidang ekonomi, politik dan kultur tanpa hegemoni, refresi diatas penghormatan terhadap hak asasi manusia (human raight).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadilan menjadi prinsip fundamental dari paradigma ini. Fokus kerja mereka adalah mencari akar teologis, metodologi dan aksi yang memungkinkan terjadinya transformasi sosial. Pemihakan terhadap kaum miskin dan tertindas ( proletar – musatdha’afin ) tidak hanya diilhami oleh al-Qur’an, tetapi juga hasil analisis kritis terhadap struktur yang ada. Islam bagi mazhab ini harus difahami sebagai agama pembebasan bagi mereka yang tertindas serta mentransformasikan sistem sosial yang eksploitatif menjadi sistem yang adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian tanggungjawab sosial ( social responsibility ) merupakan keniscayaan bagi mereka yang menyatakan diri kaum beriman. Kemiskinan boleh jadi sudah disepakati sebagai masalah sosial, tetapi penyebab dan bagaimana cara mengatasinya bergantung pada ideologi dan paradigma yang dipergunakan, sebagai proyeksi sosial keagamaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Khulasah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Selamat Tinggal Muslim Naif&lt;br /&gt;Selamat Bergabung Muslim Progresif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;( Kuntowijoyo )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Inilah kata kataku yang terakhir bagi kaum muslim dan rakyat tertindas diseluruh dunia, kalian tidak boleh berpangku tangan, menunggu diberi anugerah kemerdekaan dan kebebasan oleh yang berkuasa di negeri kalian atau oleh kekuasaan asing. Kalian, wahai rakyat tertindas judulnya, wahai negeri muslim, bangun! Ambillah hak kalian dengan gigi dan cakar kalian” (Ayatullah Khomeini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perutnya buncit, tentu saja bukan karena busung lapar, tapi karena tumpukan lemak. Ia sering menyebut diri dan partainya sebagai pembela wong cilik. Istrinya adalah presiden anda sekarang ini, yang berkali-kali mengajak rakyat untuk hidup prihatin dan sederhana. Tetapi betapa memilukan dan memuakkan, ditengah basic need yang makin sulit dijangkau masyarakat kecil, Taufik Kiemas ( suami presiden anda itu ) merayakan ulang tahunnya di pulau dewata Bali, dengan menghabiskan uang sepuluh milyar rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tidak mau kalah orang nomor dua di negeri ini (wapres), yang partainya partai Islam, yang kadang tampil dalam pakaian ulama, memboyong seluruh keluarganya naik haji. ”Saya dan keluarga naik haji dengan uang sendiri” ucapnya. Tetapi ia tidak jujur. Sejumlah pengawal, ajudan, petugas protokoler kenegaraan yang ’terpaksa’ ikutan, biayanya tentu saja menggunakan uang rakyat (Negara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuntowijoyo pernah menulis cerpen, ”Dilarang Mencintai Bunga-Bunga”. Dalam cerpen tersebut diceritakan tentang adanya orang tua yang berkata, ” kalau nafsu mengalahkan budi, orang tidak akan mendapatkan ketenangan jiwa ”. Barangkali mereka, para penguasa itu tetap saja senyum kemana mana sambil mengumbar janji-janji politik. Subagyo Sastrowardoyo lalu menyindir mereka dalam puisinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka membuat rel dan sepur&lt;br /&gt;Hotel dan kapal terbang&lt;br /&gt;Mereka membuat sekolah dan kator pos&lt;br /&gt;Gereja dan restoran&lt;br /&gt;Tapi tidak buatku&lt;br /&gt;Tidak buatku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penindas itu, kadang bersembunyi dibalik eupemisme agama, seperti yang pernah dikatakan Immanual Kant, ”Agama hanya dalam batasan akal. Sebuah keimanan yang palsu dan hidup subur dalam negeri yang memegang keculasan dengan bendera kebajikan”, kita kemudian harus memahami kenyataan bahwa diantara kita belum ada yang berani berdiri tegak menentang kezaliman di negeri ini dengan jiwa penuh ketulusan. Kita ternyata selalu saja disibukkan untuk membangun ”puzzle” gengsi sosial dan pemenuhan status material yang membawa kita dalam lingkaran pragmatisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian saya akan senantiasa meyakini, bahwa ada ( dan bisa jadi sudah ada ) kelompok anak muda yang dengan penuh ketulusan membentuk dirinya sebagai agent perlawanan terhadap rezim despotik – lalim. Dipenghujung tulisan ini, akan kukutipkan seruan uskup Nikaragua dalam melawan kediktatoran Somoza, lewat pernyataannya yang diberi nama ”pesan kepada ummat” :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kita tidak dapat Cuma berdiam diri ketika bagian terbesar negeri menderita dalam keadaan kehidupan yang tidak manusiawi sebagai hasil dari pembagian kekayaan yang tidak adil dari sudut pandang apapun ......... jika kematian dan hilangnya banyak warga negara di kota-kota dan desa-desa tetap menjadi misteri ... ... ... jika hak warga negara untuk memilih penguasa mereka dikelabui permainan politik berbagai pihak ..........”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu :&lt;br /&gt;Demi Indonesia&lt;br /&gt;Demi Kemanusiaan&lt;br /&gt;untuk Para Penindas&lt;br /&gt;Cukup Satu Kata&lt;br /&gt;Lawan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulias tatkala Rezim Megawati Memerintah Republik&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4648007261453340173-6375758331088718620?l=adikusumah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/2009/01/islam-nalar-pembebasan-dan-transformasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Mul)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173.post-1272767609229802030</guid><pubDate>Tue, 20 Jan 2009 16:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-24T11:37:59.332+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Islamic Economic</category><title>Islamic Economic Resurrection</title><description>Some of the posts that I read about sharia economic base analysis on the economic crisis United State of America (USA) vis a vis the economic rise of sharia this. Yes it is true. But do not punch a substance thought to the most fundamental economics. Namely the economic paradigm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;USA financial crisis must be read in the framework of economic fragility epistemology, which extol capitalism profit. Pured freedom of the market without any intervention that should be involved in rape and justice and distribution.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I prefer to use the term economic Islam (Islamic Economic) rather than economic sharia. Despite any substansinya same. But on the aspect of etymology, the term Islam means more universal, namely road safety. While sharia law is its meaning.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;USA fundamen economic destruction should be the point behind the economic return for Islamic Resurrection. In Indonesia, the Islamic economy is experiencing significant growth. This is supported by the Bank Mu'amalat on an 90-year accommodation that well by the president, Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entering the 2000's, many banks that took part in a conventional unit sharia. Aspects of business, indeed arouse enough. Indonesian population is Muslim, which is very large. As a result, the growth of Sharia bank got a good place in society. So that developing good profitability.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;In Europe is not a lot of conventional banks to open a syariah unit. But not the first proud, that is because they realize all of the values and paradigmatic! No. They (including those in Indonesia) as motiv more economic benefits only. While the fact remains capital. So this can be called syariah capitalism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Induction night&lt;br /&gt;Mr Presiden Barrack Obama&lt;br /&gt;Lt 3 AD 103 Yogyakarta - INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4648007261453340173-1272767609229802030?l=adikusumah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/2009/01/islamic-economic-resurrection.html</link><author>noreply@blogger.com (Mul)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173.post-3967458090965479240</guid><pubDate>Thu, 08 Jan 2009 01:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-08T10:01:28.376+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Selayar</category><title>Penerbangan Ke Selayar</title><description>Sayup-sayup lagu-lagu Iwan Fals terdengar dari PC yang pagi ini saya setel. Saya memang penikmat lagu-lagunya yang kritis, sarat makna itu. Ditemani minuman STMJ yang kubeli kemarin di Kopma UGM. Saya kembali menyuri lorong-lorong maya. Kubaca tribun timur dan fajar. Sebagai anak rantau, tentu saya terus mengikuti perkembangan di kampung. Dan kedua portal online itulah yang bisa menyuguhkan informasi teranyar dari kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berselancar di portal tribun timur, disamping membaca opini. Juga membaca headline portal itu. Tidak ketinggalan juga menengok pojok PSM. Tim kebanggaan saya. Meski pun orang banyak yang skeptis, apalagi prestasi pasukang raman akhir-akhir ini memang mengalami masalah. Ya, harus dimaknai positif saja, tidak semua tim memiliki prestasi yg linear. Yang penting etos kareso (bekerja keras) senantiasa menancap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disalah satu rubrik tribun, saya membaca judul "Merpati Buka Rute Selayar dan Toraja". Saya perhatikan baik-baik berita itu, saya baca pelan-pelan. Memori saya terbang ke suatu masa, ketika itu era 89 atau 90-an. Begitu terisolasinya Kabupaten ini pada tahun-tahun 80-an. Sebelum dermaga penyeberangan di bangun tahun 1984 di pamatata, akses ke Makassar hanya bisa ditempuh lewat laut. Kapal layar atau mesin.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama berpuluh-puluh tahun Selayar dalam keterisolasian. Tahun 1995 menjadi awal bagi terjadinya perubahan yang relatif baik. DPRD Kab. Selayar memilih Drs. H.M. Akib Patta sebagai Bupati bagi kabupaten kepulauan itu. Mantan Ketua HMI Cab. Makassar yang memiliki visi dan keberanian menggebrak pola pikir orang Selayar. Pikirannya sederhana kala itu, tidak mungkin kita berubah kalau kita terisolasi, tidak ada infrastruktur. Tidak mungkin masyarakat bisa menikmati hasil budidaya pertaniannya kalau transportasi ke wilayah-wilayah perkebunan dan pertanian tidak dibuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas pikiran itulah, ia memulai proyek-proyek ambisiusnya. Ia berjalan keliling kampung, masuk hutan guna melihat secara langsung kemungkinan proyek tersebut. Ia memulai dengan proyek jalan lingkar di Selayar bagian timur. Sesuatu yang kala itu hampir tidak terpikirkan oleh orang. Tapi ia yakin bahwa ini bisa dilakukan. Kini masyarakat menikmati jalan itu, tidak lagi memikul hasil panen dengan jarak tempuh puluhan kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah jalan, ia pun merencanakan pembukaan pelabuhan di pantai timur, perbaikan pelabuhan penyeberangan di Pamatata, perbaikan pelabuhan Benteng dan pembangunan Bandara perintis di Padang. Kota kemudian ia tata, ia panggil ahli geodasi untuk membuat master plan Benteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah kini semua usaha itu sudah pelan tapi pasti dinikmati banyak orang. Terlepas kemudian beliau tidak happy ending dalam kepemimpinannya. Itu tidak terlepas dari situasi politik dan pengkhianatan orang-orang yang selama ini ia anggap mitra. Terlepas dari kekurangan beliau, kita harus angkat topi dan apresiasi kepada beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke soal Bandara, insya Allah atas kinerja pemerintah dan di fasilitasi oleh seorang kader PAN dari dapil I (Ir. Abdul Hadi Djamal, MM) yang kini dikomisi V DPR R.I. bandara tersebut terus dibenahi. Saya menyebut namanya karena ia memiliki peran yang signifikan bagi pembangunan infrastruktur di Selawesi Selatan, khususnya di Dapilnya. Kepada warga selayar inilah pilihan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini bandara yang awalnya perintis sudah ditingkatkan statusnya menjadi bandara yang bisa didarati oleh pesawat besar. Merpati salah satu diantaranya, rutenya pun mulai tahun ini dikembangkan yang selama ini hanya melayani Selayar - Makassar. Kini sudah mengcover Bali - Selayar - Makassar, kemudian Lombok - Selayar - Makassar. Terima kasih untuk mereka yang telah berjasa dan memiliki prakarsa.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4648007261453340173-3967458090965479240?l=adikusumah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/2009/01/penerbangan-ke-selayar.html</link><author>noreply@blogger.com (Mul)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173.post-892830911676165744</guid><pubDate>Sat, 03 Jan 2009 00:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-08T09:22:51.521+08:00</atom:updated><title>New slabs, New Expectations</title><description>Akhir tahun biasanya ditandai dengan torompet, kembang api, bakar-bakaran atau lainnya. Trotoar ramai oleh penjual. Tak ketinggalan bocak kecil pun meramaikan akhir tahun ini dengan berjualan terompet. Apalagi akhir tahun kali ini banyak liburnya. Sehingga beberapa orang berlibur keluar kota. Ada yang ke Bali, Bandung, Yogyakarta dan beberapa kota lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun sebenarnya berencana ke Makassar. Tapi dengan berbagai pertimbangan, akhirnya tidak jadi. Malam tahun baru saya lalui seperti biasanya. Karena bagi saya, tidak ada bedanya antara tahun baru dan tahun lama. Yang penting buat saya, bagaimana kita bisa menarik hikmah atau makna dari sebuah proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir tidak ada catatan menarik di tahun 2008, rakyat tetap saja miskin, tertindas dan dipolitisasi. Pemerintah tetap saja bernafsu untuk melepas tanggungjawabnya di bidang pendidikan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para elit tetap saja mengumbar keberhasilannya yang semu. Klaim menjijikkan itu misalnya "kami telah berhasil menurunkan harga BBM". Ihh, menggelikan. Kalau mau konsisten, ya ikut standar harga internasional dong. Liberalisasi kok setengah-setengah, yang istiqomah dong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kasus-kasus kemiskinan, tenaga kerja, kelangkaan pupuk pun turut dipolitisasi dalam rangka mengeruk untung di pemilu 2009. Begitu juga dengan partai-partai Islam yang sok ingin mengakhiri politik aliran. Turut mengumbar-ngumbar janji dan sok bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk ketua ormas yang satu itu, yang perilakunya seperti ketua partai saja. Sehingga amat susah lagi dibedakan antara statement seorang ketua partai atau ketua ormas modern. Ahhh.... susah benar. Kalau mau jadi presiden atau wakil presiden, minta izinlah, saya kira warga akan dengan senang hati memberi izin untuk maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2009 merupakan tahun panas. Tahun ini sangat menentukan. Sebab tahun 2009 akan dilaksanakan pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden. Sehingga tahun ini akan terjadi tarung yang sengit baik antar caleg atau pun antara calon presiden. Kepada masyarakat, hanya ada satu kata, jika memang tidak ada calon pemimpin yang jujur, cerdas, amanah dan fatanah. Sudahlah lebih baik GOLPUT sajalah. Mungkin itu pilihan yang amat sulit, tapi mesti dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses buat semuanya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4648007261453340173-892830911676165744?l=adikusumah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/2009/01/new-slabs-new-expectations.html</link><author>noreply@blogger.com (Mul)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173.post-5220864985487081498</guid><pubDate>Fri, 26 Dec 2008 23:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-08T09:23:58.227+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>politic</category><title>Rental dan Industri Politik</title><description>Pasca 1998 terjadi perubahan yang cukup signifikan dalam demokrasi politik nasional. Pemilihan presiden yang dilaksanakan secara langsung. Terbukanya ruang yang begitu bebas dibandingkan rezim orde baru. Ekspresi individual begitu diberikan ruang yang sangat lebar. Desentralisasi pemerintahan dari pusat ke daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan desentralisasi pemerintahan. Pasca 1998, juga telah dilaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung yang dimulai sejak tahun 2005. Situasi ini begitu gegap gempita, hampir disetiap waktu dilaksanakan Pilkada dengan biaya yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks ini, saya kira kita perlu merefleksikan kembali beberapa kenyataan-kenyataan dan tragedi politik yang amat memilukan. Dalam kasus pilkada ini nampak bagaimana politik menjadi sebuah industri yang menggiurkan. Cobalah tengok defenisi sederhana dari industri. Wikipedia menyebut bahwa industri secara umum adalah kelompok bisnis tertentu yang memiliki teknik dan metode yang sama dalam menghasilkan laba.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara bisnis sendiri memiliki pengertian suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Sedangkan laba ialah peningkatan kekayaan seorang investor sebagai hasil penanam modalnya, setelah dikurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan penanaman modal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks pilkada dan pilpres di Indonesia, politik telah tumbuh menjadi sebuah industri. Lihatlah bagaimana pendekatan-pendekatan yang dilakukan seorang calon presiden atau kepala daerah tak ubahnya sebuah proses bisnis. Disana ada suply and demand. Ada tawar menawar, ada promosi, iklan dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dicermati dalam situasi seperti ini, maka janganlah heran jika banyak sekali terjadi kolusi, manipulasi dan praktek-praktek korupsi di Indonesia. Karena cost politik yang demikian melangit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai politik di Indonesia tak ubahnya mobil rentalan. Disana terjadi negosiasi harga dan konsesi-konsesi lainnya. Kalau mereka pas, seorang calon kepala daerah bisa menumpangi partai X dalam proses pencalonannya. Betapa hancurnya sistem politik kita, jika model-model seperti ini terus berlanjut. Padahal politik itu kan bagaimana merebut kekuasaan dan mengelola kekuasaan untuk kepentingan publik melalui proses regulasi yang berpihak kepada masyarakat yang lebih luas. Indah sekali kan teorinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah industri, maka tujuan akhir dari sebuah proses bisnis adalah laba. Lihatlah para elit-elit politik kita. Semakin kaya raya. Akibat akumulasi kapital yang beredar di kalangan politisi. Sementara rakyat kecil yang banting tulan dan keringat tetap melarat, miskin dan tertindas. Mereka para elit politik apalagi yang sudah duduk di lembaga legislatif, amat sederhana untuk mendapatkan uang, cukup mengunjungi proyek-proyek pemerintah dengan dalih pengawasan. Maka mereka akan mendapat service dari kontraktor, oleh-oleh baik itu amplop atau lainnya. Sebab kalau tidak, bisa diobrak-abrik dan dibahas di dewan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ironis negeriku. Ditambah krisis ekonomi dan lapangan kerja yang semakin tertutup, maka tahun 2009 ini merupakan arena adu nasib bagi banyak orang. Jangan heran jika dari 44 partai politik peserta pemilu, mereka tak kekurangan sama sekali calon anggota legislatif, sebab ini bagian dari pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang kita bisa harap dari situasi seperti itu. Kalau AA Gym menawarkan mulailah dari diri sendiri. Mungkin AA Gym ada benarnya, tapi harus ada gerakan masyarakat sipil yang diprakarsai oleh lembaga-lembaga keagamaan dan LSM untuk memberikan pendidikan politik dan kesadaran warga tentang hakekat politik dan perjuangan struktural. Mengubah paradigma berfikir dalam rangka mentransformasikan Indonesia yang lebih baik, Wa Allahu A'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4648007261453340173-5220864985487081498?l=adikusumah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/2008/12/rental-dan-industri-politik.html</link><author>noreply@blogger.com (Mul)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173.post-4354162781957878628</guid><pubDate>Tue, 23 Dec 2008 02:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-08T09:25:07.089+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Travelling</category><title>Soroako</title><description>Bip ... Bip ... sebuah pesan singkat mendarat di ponselku. "Pukul 20.00 kita berangkat ke Makassar, tunggu di depan Litbang" Begitu bunyi pesan dari mas Bah. Sebenarnya agak berat bagiku berangkat malam itu. Kondisi tubuh yang belum normal, masih sering demam dan menggigil. Tapi karena kemarinnya saya ditelepon langsung oleh Pak Said, perihal keberangkatan ini, maka kukuatkan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu sudah jelas, bahwa saya tidak sedang DB, tetapi cacar. Bintil-bintil merah yang mulai tumbuh. Bak kecambah hampir diseluruh bagian tubuhku. Wajah yang halus pun tak ketinggalan ditumbuhi oleh penyakit cacar ini. Badanku seperti tanah subur yang kaya dengan bahan organik, bagi pertumbuhan si cacar nakal ini. Ah ... sebuah cobaan, batinku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 19.00 lewat, sebuah taxi berhenti di depan litbang, saya dipersilahkan naik. Dalam perjalanan saya ngobrol dengan mas Bahtiar perihal sakitku dan keberangkatan kami malam itu. Sudah ku duga dari awal, kami pasti akan berangkat lewat jalur Jakarta, soalnya Yogyakarta - Makassar hanya dilalui satu penerbangan, Merpati, itu pun pagi hari. Malam itu kami naik maskapai Mandala, dengan jenis pesawat Air Bus, lumayan lebar. Sementara kami agak panik, jangan-jangan kami tertinggal dengan pesawat Jakarta - Makassar yang dijadwal awal itu tertera pukul 22.45, setelah di konfirmasi ulang ternyata pukul 21.45. Wah, telat ini. Di Bandara Adisutjipto pun sempat molor pesawatnya beberapa menit.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi alhamdulillah bisa tiba di Soekarno-Hatta dan pesawat ke Makassar belum berangkat. Saya dan mas Bah belari-lari kecil menuju pintu keluar. Disana sudah menunggu pak Syafii. Kami dijemput dengan mobil dan menuju terminal pemberangkatan. Tepat pukul 22.50 menit, kami dipersilakan naik pesawat. Alhamdulillah perjalanan cukup baik hingga sampai di Makassar. Ini penerbangan malam yang kedua yang pernah saya lewatkan. Setelah sebelumnya pernah dari Surabaya - Makassar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tiba di Makassar, kira-kira pukul 01.50 lewat, dari Hasanuddin, kami diantar taxi ke Banua Hotel, di jalan Haji Bau, dekat rumah pak JK. Disanalah kami nginap. Pagi-pagi saya sudah bangun, saya sungguh tidak menikmati tidurku malam itu, AC yang kencang, sampai-sampai saya harus pake jaket, sarung dan selimut karena kedinginan. Bangun, saya lihat jam di ponsel, menunjukkan pukul 05, bearti jam makassar masih pukul 04 dinihari. Saya menunggu sejenak untuk sholat subuh, bikin teh panas dan melanjutkan tidur lagi. Kira-kira pukul 08.00 saya mandi, Syukurlah, karena di hotel jadi ada air panas, ini mungkin baik buat sakit cacar yang saya alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 09.00 seorang ibu, wartawan RII menjemput kami. Dia adalah temannya pak Husni Yunus, Sekretaris MPM PWM Sulsel. Kami diantar dengan mobilnya ke Bandara. Di bandara kami ngemil sambil menunggu shift duduk penerbangan Makassar - Soroako. Jaraknya kira - kira 45 menit kalau naik pesawat, seperti Jakarta - Jogjakarta. Pukul 11.00 lewat sudah ada pemberitahuan bahwa shift penuh, dan kami terpaksa naik mobil ke Soroako. Akhirnya manajemen PT. INCO mencarikan kami mobil tumpangan ke Soroako siang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh perjalanan yang sangat melelahkan. Saya sendiri, walau pun orang Makassar belum pernah ke Soroako. Saya peling jauh, cuman sampai di Malili, ibu kota Kab. Luwu Timur. Perjalanan melewati Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Wajo, Luwu, Kota Palopo, Luwu Utara dan (Malili) Luwu Timur dari Malili jaraknya masih 60 km ke arah Soroako.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Soroako kami dua hari, memfasilitasi pelatihan bagi petani di desa-desa sekitar kawasan PT. INCO. Sungguh suatu pengalaman yang menakjubbkan bersama dengan mereka.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4648007261453340173-4354162781957878628?l=adikusumah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/2008/12/soroako.html</link><author>noreply@blogger.com (Mul)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173.post-7903352862796221117</guid><pubDate>Mon, 15 Dec 2008 03:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-08T09:26:18.412+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Sakit Cacar</category><title>Cacar Air</title><description>Mungkin ini teguran buat saya. Tapi biarlah, saya memaknai saja dengan segala kekurangan yang ada. Sakit kadangkala membuat orang sadar. Betapa berharganya kesehatan. Boleh jadi Tuhan sangat mencintaiku, sampai-sampai ia menegurku dengan cara seperti ini. Jujur, mungkin saya banyak salah ya rabb. Tapi dengan seperti ini saya bisa merasakan apa yang tidak saya rasakan ketika saya tidak sakit. Saya bisa membaca sepuas-puasnya di kost. Banyak merenung, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak jum'at (12/12) badanku terasa panas, menggigil nun dalam ketulan-tulan. Tapi saya tetap mandi seperti biasanya, lalu melaksanakan aktivitas juga sebagaimana hari-hariku. Hari ini aku harus liputan, di kegiatan LPI PP Muhammadiyah, di Kaliurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikaliurang saya sampai sabtu siang, kira-kira jam 15-an saya balik ke kota dengan kang Hilman Latif - Calon Doktor dari Universitas Laiden - menyusuri jalan kaliurang yang dingin itu. Sorenya sampai di Ahmad Dahlan, disana telah berkumpul abang-abang becak yang selama ini saya dampingi. Saya berembug dengan mereka, menentukan waktu untuk kembali bertemu membahas isu-isu penting terkait dengan mereka.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya suhu badanku mulai turun, mungkin karena saya minum tablet Kina. Malam itu saya cepat tidur untuk istirahat. Besok paginya, Ahad, (14/12) saya mencoba broswing di internet, jangan-jangan saya kena Demam Berdarah. Sebab beberapa ciri-ciri penyakit itu pas dengan apa yang saya rasakan; demam, menggigil, mual, timbul bercak merah, dll. Saya sangat khawatir, jangan-jangan saya tidak bisa berangkat ke Soroako, Selasa, (16/12) untuk pelatihan petani disana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai hal berkecamuk dalam pikiranku, ahh. Si Andiks mengajakku ke PKU, tapi saya urung berangkat, kujelaskan bahwa saya tak punya uang ni untuk bayar. Sore hari karena tak tahan lagi dengan mual-mual, nggak bisa makan, aku pun diajak mas Bambang ke RS - thanks Mas - saya diperiksa oleh dokter. Diukur suhunya, normal. Ditensi, juga normal. Aku pun disarankan untuk tes darah, ok bu dokter. Tidak beberapa lama kemudian hasil analisa laboratorium disampaikan kesaya untuk dibawa ke dokter yang menangani. Bu dokter menyampaikan bahwa trombositku juga normal, 198 yang biasanya 200. Sementara kekentalan darah saya juga baik kata dokter. Jadi apa ya ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih belum mengerti. Tapi pagi harinya, teka-teki tentang penyakit ini terjawab, bintik-bintik merah semakin banyak, mulai dari wajah, lengan, dan badan. Akhirnya saya sadar bahwa saya terkena penyakit cacar. Penyakit anak-anak. Tapi kok bisa ya? Wa Allahu A'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4648007261453340173-7903352862796221117?l=adikusumah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/2008/12/cacar-air.html</link><author>noreply@blogger.com (Mul)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173.post-8960118113826066745</guid><pubDate>Mon, 08 Dec 2008 02:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-27T11:23:52.230+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>new institutional economic</category><title>New Institutional Economics (NIE)</title><description>Suasana agak mendung sore itu. Tapi saya harus ikut diskusi. Memang secara rutin saya terlibat diskusi di Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) UGM. Sore itu temanya sekitar penguatan ekonomi pedesaan. Lincolin Arsyad, PhD - mantan Dekan FEB UGM - sebagai narasumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu Pak Colin - sapaan akrabnya - menyampaikan sebuah paper dengan topik "Upaya membangun Ketahanan Ekonomi Pedesaan melalui pengembangan lembaga keuangan mikro" saya pikir topik yang menarik. Satu sisi dari proses pengembangan ekonomi desa memang adalah aspek keuangan. Atau mikro finance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak salah, topik yang disampaikan pak Colin merupakan bagian dari disertasi beliau di Flinders University Australia dengan judul asli "An assessment of performance and sustainability of microfinance institutions: a case study of village credit institutions in Gianyar, Bali, Indonesia".&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hal yang menarik buat saya adalah bagaimana mencoba mengintegrasikan aspek-aspek kelembagaan dalam sebuah aktivitas ekonomi. Mencoba membangun relasi antara modal sosial (adat istiadat dan sistem nilai positif) dengan ekonomi disisi yang lain. Inilah kelahiran mazhab baru dalam aliran ilmu ekonomi. Apa itu? New Institutional Economics (NIE) yaitu suatu paradigma ekonomi yang mencoba mengafirmasi adanya pengaruh-pengaruh faktor non ekonomi seperti modal sosial, budaya dan sistem nilai terhadap pembangunan ekonomi. Aliran ini memodifikasi dan memperluas alat analisis dari mazhab neoklasik dan menggunakan alat analisis yang lebih luas untuk menjelaskan fenomena ekonomi yang amat susah dijelaskan oleh neoklasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIE mencoba untuk menawarkan ilmu ekonomi lengkap dengan institusinya. Mazhab ini dipelopori oleh Oliver Williamson dan Douglass C. North. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia saya kira belum banyak berkembang di lembaga-lembaga kampus. Terutama di fakultas ekonomi, baik kampus besar maupun kecil, apalagi swasta. Paling tidak terdapat beberapa sarjana yang concern terhadap ekonomi kelembagaan dan itu bisa dihitung jari. Selain pak Colin, juga ada pak Ahmad Erani Yustika, dosen Unibraw jebolan Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira paradigma baru ekonomi kelembagaan ini menarik sebagai satu farian dalam taksonomi ilmu ekonomi. Saya berharap bahwa banyak anak-anak muda yang menaruh minat pada fokus kajian ini. Saya kira perkembangan ilmu ekonomi kita pasca 70-an memang agak mandek. Saya kira tidak banyak yang berani mengusung gagasan-gagasan baru pasca eranya Mubyarto dengan ekonomi pancasilanya. Terlepas kontroversinya, saya kita harus angkat topi dengan sikap konsistensi dan sikap keilmuan yang dibangun almarhum pak Muby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya termasuk yang senang dengan pikiran-pikiran pengembangan ekonomi pedesaannya. Itulah sebabnya setiap ada kegiatan di PSPK tidak pernah aku lewatkan. Sebagai negara dengan basis ekonomi di pertanian dan maritim, saya kira harus dibongkar ulang paradigma ekonomi nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah bukan lagi saatnya untuk berfikir pada industri berat dengan cost tinggi, impor lagi. Ekonomi nasional harus dibangun dengan endegenous development strategy. Berbasis sumberdaya sehingga lebih membumi dan menyejahterakan rakyat. Bukankah tujuan aktifitas ekonomi adalah untuk mencapai kesejahteraan. Pilarnya adalah mendorong ekonomi pedesaan. Sebab setuju atau tidak, disinilah ruh ekonomi nasional tertanam. Jika ekonomi desa kuat, pada gilirannya akan menjadi penyangga ekonomi nasional.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4648007261453340173-8960118113826066745?l=adikusumah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/2008/12/new-institutional-economics-nie.html</link><author>noreply@blogger.com (Mul)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173.post-6379605415648775574</guid><pubDate>Wed, 03 Dec 2008 08:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-03T16:24:17.885+08:00</atom:updated><title>Politik itu M3</title><description>Ia masih nampak sangat muda, cantik dan tentu bersahaja. Ketika memasuki ruangannya siang itu ia tampak sibuk, ia membuka berkas-berkas untuk ditandatangani. Saya ditemani oleh pengurus PP IRM yang lain, juga dari PW IRM Jawa Tengah didampingi oleh pejabat pemrov diterima oleh Dra. Hj. Rustriningsih, M.Si. – Wakil Gubernur Jawa Tengah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memperkenalkan semua teman-teman yang ikut dan menyampaikan maksud kami beraudiensi. Sebagaimana dengan pejabat pemeritah lainnya, ia pun menyambut dan memberikan dua patah kalimat. &lt;span class="fullpost"&gt; Diantara yang saya tangkap dan amat menarik buatku dalah, cerita tentang politik. Bagi aktifis PDIP itu, baginya politik itu amat sederhana. “Banyaklah mendengar, kemudian diolah dan diambil keputusan” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya setuju dengan ungkapan Ibu Rustriningsih. Seorang pemimpin politik dituntut untuk banyak mendengar. Kenapa harus mendengar? Saya kira berada dalam kehidupan politik berarti sedang hidup dalam kasak kusut infotainment. Setiap hari orang lalu lalang ingin bertemu. Setiap hari seorang politisi akan mendengar berbagai macam bisikan dari orang-orang. Tapi jangan pernah mendengar satu sumber saja. Dengarkan saja semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah isu dan informasi didengar, maka seorang politisi harus bisa mengolah informasi yang ada. Analisis dan renungkan baik – baik. Proses secara jernih informasi itu. Sebab jika salah mengolah informasi, maka bisa fatal akibatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui pertimbangan dan perkiraan yang matang, maka keputusan bisa diambil.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4648007261453340173-6379605415648775574?l=adikusumah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/2008/12/politik-itu-m3.html</link><author>noreply@blogger.com (Mul)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173.post-1606228441565992141</guid><pubDate>Fri, 28 Nov 2008 12:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-27T11:23:35.699+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>belanja</category><title>Saya Belanja Maka Saya Ada</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_dcbd2DjzTkY/SS_rsI0y0XI/AAAAAAAAALs/bNOOmVJGXQc/s1600-h/showimage.php.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 144px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_dcbd2DjzTkY/SS_rsI0y0XI/AAAAAAAAALs/bNOOmVJGXQc/s200/showimage.php.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273692832189829490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Saya Belanja Maka Saya Ada" demikian judul buku karya Haryanto Sudjatmiko. Buku ini mengulas persoalan belanja sebagai sebuah identitas dan cara hidup orang modern. Buku ini dibedah kemarin malam oleh penulisnya sendiri, Dr. Francis Wahono, Dr. Nicolas Waraow dan Grace Samboh di Bentara Budaya - Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sore itu antara ikut atau tidak, cuacanya memang nampak mendung. Ditambah tidak punya motor, ya jadilah semakin tidak nyaman. Akhirnya saya ke kost dan ketemu Andik, "Andik antar aku ke Bentara Budaya Yuk" ia awalnya agak berat. Tapi ku paksa dan akhirnya ia mau mengantar.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanja tidak lagi melihat aspek apakah butuh atau tidak. Oleh pasar konsumen dipaksa untuk membeli. Lewat iklan konsumen disihir seolah-olah ia sangat butuh. Konsumen tak punya pilihan lain kecuali membeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanja akhirnya menjadi identitas, tanda atau kode bahwa manusia itu ada, atau memiliki strata tertentu d dalam relasi sosialnya. Mungkin kita amat akrabengan istilah-istilah ini. "Hari gini, gak punya HP, Apa kata dunia". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga kalau filusuf Descartes mengatakan bahwa "saya berfikir, maka saya ada" sedangkan sekarang, "saya belanja maka saya ada". Itulah satu sisi gambaran kehidupan manusia modern yang mampu dilukiskan dengan baik oleh Jatmiko.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4648007261453340173-1606228441565992141?l=adikusumah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/2008/11/saya-belanja-maka-saya-ada.html</link><author>noreply@blogger.com (Mul)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_dcbd2DjzTkY/SS_rsI0y0XI/AAAAAAAAALs/bNOOmVJGXQc/s72-c/showimage.php.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173.post-3436455834615562885</guid><pubDate>Wed, 26 Nov 2008 13:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-26T21:53:26.803+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Kenangan</category><title>Malang</title><description>Malang bagi sebagian orang mungkin biasa-biasa saja. Ia hanyalah kota kecil dibagian utara Jawa Timur yang terkenal dengan temperatur udaranya yang dingin. Sebab malang memang berada pada ketinggian yang cukup tinggi dari permukaan laut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin bagi pecandu bola, Malang hanyalah bagian dari fanatisme bola di negeri ini. Lewat Arema Malang, kota ini dikenal dalam jagad sepak bola nasional. Singo Edan merupakan salah satu tim terbaik di tanah air. Mungkin Singo Edan memang benar-benar ”Edan”. Ia memiliki supporter fanatik yang rela mengorbankan banyak hal demi tim kesayangannya. Inilah tim konsisten sepanjang sejarah sepak bola nasional kita.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang senang dengan gunung, panjat tebing dan adventure, maka Malang merupakan sisi terindah yang merupakan urat-urat dari kaki gunung Merbabu. Ia nampak kelihatan seperti orang parises yang urat-uratnya nampak kentara bergelombang dibagian kakinya. Dingin dan memang asyik sekaligus menantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara bagi calon mahasiswa baru, Malang merupakan salah satu pilihan sekolah yang relatif memadai setelah Yogyakarta dan Bogor. Disana bertengger kampus-kampus bagus. Ada Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, UIN Malang dan kampus lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana kotanya begitu damai. Bagi tempat belajar memang amat mendukung. Suasana kota yang tidak bising. Popohonan yang masih tegap seperti baris-berbaris menyusuri sisi-sisi jalan yang membuat hidung amat segar menghirup oksigen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagiku, Malang teramat istimewa. Ia bagai taman nirwana yang menghadirkan bunga-bunga dengan warna-warni yang indah. Walau ketika itu hanya ada satu warna. Ia teramat memikat dihatiku. Setiap kali ia mekar, ada sejuta harapan yang mengembang disana. Ia teramat cantik. Dan jujur, saya amat mencintainya, sehingga memetiknya pun rasaku tak sanggup. Saya tak kuasa, manakala disuatu waktu ia tak disiram yang menyebabkan ia layu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakin sayangku pada bunga itu, saya tak pernah banyak bertanya soal bagaimana cara menyiram. Saya tak peduli apakah cara menyiramnya salah. Yang penting menyiram. Logiku tak jalan, manakala ia hadir. Ia sungguh bersahaja. Apa pun demi bunga itu kulakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rela menjemput dan mengantarnya. Tak peduli aku pada terik dan hujan. Demi mendapatkan sinarnya. Malang menjadi tempat dimana saya bisa menyirami dan membuktikan bahwa saya akan menjaganya. Saya tak rela, rumput-rumput liar tumbuh dalam taman kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya harus meninggalkannya, barangkali untuk beberapa saat saja. Malam itu, Malang begitu indah, rinai hujan membasahi kota dingin itu, menambah suasana semakin gelap. Berat rasanya meninggalkan Malang. Mungkin bukan karena suasana kotanya yang membuatku tak rela meninggalkannya. Ada rasa yang susah aku tinggalkan. Ada kasih sayang. Ada cinta disana. Sampai akhirnya sebuah pesan singkat ke inbox hpku ”Sayang, tau gak! Kenapa waktu di Malang adik menangis dan meninggalkan kakak? Karena waktu itu adik sedih dan tak mau pisah dengan kakak lagi. Adik tinggalkan kakak karena adik tak sanggup melihat kakak berangkat. Sampai dikamar adik masih menangis karena teringat dengan kakak”. Bagiku Malang, terlalu indah untuk dikenang.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4648007261453340173-3436455834615562885?l=adikusumah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/2008/11/malang.html</link><author>noreply@blogger.com (Mul)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173.post-8470091844820761446</guid><pubDate>Wed, 12 Nov 2008 02:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-12T10:14:41.194+08:00</atom:updated><title>Pahlawan</title><description>Ketika masih kecil dulu, dengan TV hitam putih ala kadarnya, anak-anak kampung sering nonton film zorro. Film zorro mengisahkan sebuah perjuangan melindungi orang-orang desa yang ditindas. Zorro dengan kudanya bergerak dari satu tempat ketempat lain, menyusuri lembah dan mendaki gunung. Ia seperti bergerilya membebaskan orang-orang yang tertindas yang diperankan oleh tokoh antagonis, Don Rafael. Zorro merupakan tokoh yang mahir bermain pedang, menunggangi kuda dengan topeng khasnya sehingga banyak menjadi inspirasi bagi anak-anak kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don Rafael sang tuan tanah dan penguasa California adalah orang bejat yang ingin menguasai segala sesuatu. Ia tampil dengan sosok yang begitu bengis, tiran dan despotik. Karena dendam yang begitu mendalam, maka ia menghukum petani-petani desa dengan harapan bisa membunuh Zorro. Saat petani akan ditembak mati, muncullah sang maestro, ia menjadi penyelamat bagi ketiga petani yang akan dibunuh tadi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani desa dalam film zorro begitu merindukan akan keterbebasan dari penganiayaan dan intimidasi. Dalam suasana semacam itu, zorro hadir menjadi tokoh penting yang menyelamatkan petani desa. Ia membantu orang desa melawan sang bengis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suasana ketenangan yang mulai hadir, zorro pun pergi dengan kudanya. Ia menghilang dalam bayang-bayang pegunungan nun jauh disana. Lenyap dibalik rimbunan pohon nan hijau. Menyusup diantara bayang-bayang senja metahari yang mulai meredup. Penduduk – petani – desa sebenarnya masih merindukan ia. Tapi ia harus pergi. Zorro harus menunaikan peran sejarahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa hubungannya Zorro dengan pahlawan? Ketika belajar pendidikan sejarah perjuangan bangsa (PSPB) waktu sekolah dasar dulu, otak saya dibuat sedemikian rupa bahwa pahlawan itu ialah mereka yang terlibat pertempuran, mereka berkalungkan bedil dengan mata kalung peluru. Pahlawan bagi kami anak-anak SD di kampung waktu itu adalah mereka yang berdarah-darah mengangkat bambu runcing berjuang melawan penjajahan. Bagi usia seumur kami, pahlawan waktu itu, begitu gagah berani. Mereka menghunus pedang menenteng tombak dan berperang di medan laga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran-ajaran guru kami itu tidak salah. Tapi sesempit itukah makna pahlawan? Ataukah pahlawan itu hanya milik mereka yang hidup dalam suatu masa saja – masa  revolusi?. Sehingga tidak ada peluang menjadi pahlawan bagi mereka yang hidup diluar masa itu. Jika demikian masalahnya, bagaimana dengan anak-anak negeri yang secara alamiah diberikan oleh Tuhan kemampuan dan kecerdasan yang mengantarkan mereka menemukan susunan DNA, mereka yang juara Olympiade Fisika Internasional, pencipta teori keseimbangan pesawat, para penemu varietas padi unggulan. Pantaskah kepada mereka diberikan penghargaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira disinilah makna yang terkandung dalam film Zorro. Pahlawan itu tidak sesempit yang kita bayangkan. Bahwa pahlawan itu ialah mereka yang bersedia mengorbangkan jiwa dan raganya demi kemerdekaan atau demi negara adalah benar. Tetapi kita juga jangan menutup mata kepada mereka yang rela berkhidmat menghabiskan waktunya bertahun-tahun di laboratorium. Mereka rela digaji dengan gaji yang amat miris. Mereka sampai tua di laboratorium kampus-kampus, cita-cita mereka sederhana. Para guru besar dan peneliti berkacama tebal itu hanya ingin melihat negerinya menjadi sejahtera dan merdeka. Sama seperti cita-cita pejuang revoluasi, menghendaki bebasnya nusantara dari jejahan kolonialisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi seperti ini, sungguh bangsa kita membutuhkan nilai-nilai kepahlawanan Zorro atau para founding father bangsa yang telah berkhidmat bagi tegaknya republik Indonesia yang kita cintai ini. Di segala zaman, sosok semacam Zorro memang selalu diharapkan untuk hadir. Messianisme atau Millenariaisme, meminjam istilah Sartono Kartodirdjo, sang begawan sejarah Indonesia. Kerinduan akan munculnya penyelamat, ratu adil, satrio piningit begitu sangat dinanti. Sebab kondisi bangsa kita hari-hari belakangan ini mengalami persoalan yang cukup parah. Seperti tingkat kemiskinan yang bergerak naik, gizi buruk, pendidikan yang mahal, krisis ekonomi dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa ini merindukan hadirnya seorang hero yang menjadi martir bagi tegaknya nilai-nilai keadilan, kesetaraan, persaudaraan dan kesejahteraan bagi seluruh anak bangsa. Momentum hari pahlawan, 10 November menjadi awal yang baik dalam memberi makna baru tentang kepahlawanan yang lebih luas. Wallahu A’lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4648007261453340173-8470091844820761446?l=adikusumah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/2008/11/pahlawan.html</link><author>noreply@blogger.com (Mul)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173.post-6171926410512645706</guid><pubDate>Fri, 07 Nov 2008 03:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-27T11:23:20.851+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>pedesaan</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>ekonomi</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>krisis</category><title>Krisis Ekonomi; Melihat Dari Sudut Pedesaan</title><description>Krisis ekonomi telah merontokkan fundamental ekonomi negara adidaya, USA. Kalau saya sih, melihat sebenarnya bukan krisis ekonomi biasa, yang dipicu oleh financial crisis. Tapi menurutku ini merupakan krisis paradigma. Atau merupakan kegagalan kapitalisme dalam menjawab tantangan rill ekonomi. Sehingga krisis ekonomi di USA menurutku bukan krisis financial semata, tapi krisis kapitalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kenapa hanya USA yang krisis kok di Indonesia sangat terasa? Ingat, bahwa kita ini hidup dalam suatu jejaring ekonomi global. Karena itu antara satu negara dengan negara lainnya memiliki lingk atau keterkaitan ekonomi, sosial dan politik. Amerika bagi Indonesia, masih merupakan pasar ekspor utama, selain Eropa dan Jepang.&lt;br /&gt;Kedua, Amerika merupakan sumber dana investasi langsung, khususnya disektor tambang, mineral dan energi. Sehingga mau tidak mau, krisis yang terjadi di USA memiliki keterkaitan dengan Indonesia.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena demikian posisinya, maka transaksi ekonomi dan kurs rupiah mengalami fluktuasi. Inflasi dan nilai tukar rupiah melemah di bursa. Barang-barang dalam negeri mengalami kenaikan harga. Sehingga terjadi gejolak ekonomi dan kekhawatiran banyak pihak tentang ancaman krisis yang lebih parah. Kenapa demikian? Karena industry-industri dalam negeri kita hampir semua berbasis impor. Sehingga bahan baku utama yang bersumber dari luar, juga naik, maka mau tidak mau harga harus diestimasi ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif pedesaan dan lebih spesifik ke pertanian. Sebenarnya melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USA, merupakan rezki tersendiri bagi petani. Pertama, kejadian ini merefleksikan betapa hancurnya fundamen ekonomi nasional kita. Apa sih artinya indikator makro ekonomi terhadap kesejahteraan masyarakat yang setiap hari disabdakan oleh pimpinan nasional kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis ini kembali mengajarkan kita supaya kembalilah ke fitrah ekonomi nasional kita, yaitu ekonomi berbasis agraris dan bahari. Dalam perspektif marketing, sebenarnya kita tidak memiliki diferensiasi ekonomi yang jelas. Beda misalnya dengan Thailand, mereka sadar diri, bahwa core mereka adalah pertanian, sehingga mereka membangun negaranya berdasarkan kekhasannya, yaitu negara agraris. Buktinya, Thailand merupakan eksportir utama bagi produk-produk pangan dunia saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah lihat Indonesia kita, negara yang dikaruniai oleh Tuhan dengan tanah yang subur, air yang melimpah, sungai, gunung dan lautan. Tapi apa jadinya, Indonesia adalah pengimpor 90% bawang putih, susu 70%, garam 50%, kedelai 70%, gula 30%, daging sapi 25%, kacang tanah 15%, jagung 10% dan beras 2%. Secara sederhana misalnya, Indonesia adalah produsen terbesar TBS kelapa sawit. Tapi yang menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia adalah Singapore. Kenapa begitu? karena mereka punya pabrik, mereka punya industri agro. Kita tidak, Indonesia sudah merasa cukup menjadi produsen 1 yang tidak memiliki nilai tambah sama sekali. Kita ini hobi impor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran kedua saya kira adalah, dari sudut pandang pedesaan, krisis ini menguntungkan bagi petani dengan produk-produk ekspor. Ini mengingatkan kita kembali pada peristiwa 1998, ketika semua orang mengeluh, petani dan nelayan tenang-tenang saja, karena mereka memproduksi bahan ekspor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalilah ke fitrah ekonomi nasional kita yang berbasis agro. Saya kira Tuhan memberi kita tanah yang subur, air yang cukup, dan sebagainya. Bukan untuk menjadi negara industri berat, kita sesungguhnya ditakdirkan untuk menjadi negara industri agro yang menjadi suplayer bagi negara-negara yang secara agrosistem tidak memungkinkan untuk berproduksi.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4648007261453340173-6171926410512645706?l=adikusumah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/2008/11/krisis-ekonomi-melihat-dari-sudut.html</link><author>noreply@blogger.com (Mul)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173.post-4107719185084843283</guid><pubDate>Thu, 06 Nov 2008 13:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-27T11:20:50.310+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Neoliberalisme</category><title>Robohnya Neoliberalisme</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_dcbd2DjzTkY/SRLz3q-zkgI/AAAAAAAAAJA/LbrgVVk0i4s/s1600-h/Capitalism.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 197px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_dcbd2DjzTkY/SRLz3q-zkgI/AAAAAAAAAJA/LbrgVVk0i4s/s200/Capitalism.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265539052105601538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PADA saat Uni Soviet dan negara-negara penganut sosialis bertumbangan satu-persatu, Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Kapitalis mengklaim dengan pongahnya bahwa neoliberalisme merupakan satu-satunya sistim ekonomi yang paling 'digdaya' di era perekonomian global. Klaim itu semakin mendapat pembenaran pada saat beberapa negara eks sosialis merubah haluan sistim ekonominya secara berbarengan menjadi penganut neoliberalisme, yang kebetulan cukup sukses mendongkrak pertumbuhan ekonomi di negerinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neoliberalisme, yang mengacu pada mazhab teori ekonomi neoklasik, menekankan berlakunya mekanisme pasar bebas dalam suatu pasar persaingan sempurna, tanpa ada intervensi pemerintah. Sebagai penganut sejati neoliberalisme, AS sangat getol melakukan perluasan pasar di luar negeri, baik yang dilakukan melalui diplomasi politik maupun menggunakan tekanan ekonomi, bahkan kalau perlu melalui intervensi militer untuk menciptakan perdagangan bebas secara global. Melalui berbagai kartel dan komparadornya, seperti WTO, Bank Dunia, dan IMF, AS secara sistemik berupaya meniadakan intervensi pemerintah di berbagai negara dalam pengelolaan ekonomi dan sumberdaya serta pelayanan publik hingga mencapai titik nadir.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pandangan neoliberalisme, semua pelayanan publik yang diselenggarakan negara harus menggunakan prinsip untung-rugi bagi pemerintah. Oleh karena itu, pelayanan publik dalam bentuk subsidi harus dihapuskan karena dianggap pemborosan dan inefisiensi, tidak peduli pencabutan subsidi itu akan berdampak kesengsaraan bagi rakyat negara bersangkutan. Untuk meningkatkan efisiensi korporasi, penganut neoliberalisme berusaha keras untuk menolak kebijakan pemberian hak-hak buruh, seperti upah minimum dan hak-hak daya tawar kolektif lainnya. Dalam pemahaman neoliberalisme, pemerintah tidak berhak ikut campur dalam penentuan upah buruh, lantaran besaran upah buruh seharusnya ditentukan oleh mekanisme pasar tenaga-kerja, bukan oleh kebijakan pemerintah. Agenda lain neoliberalisme adalah pemaksaan secara sitemik bagi negara-negara boneka neoliberalisme untuk melakukan privatisasi kegiatan ekonomi, perdagangan dan industri yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akselerasi penyebarluasan agenda-agenda ekonomi neoliberal oleh AS dan "konco-konconya" ke seluruh penjuru dunia semakin kencang setelah terjadinya krisis moneter di beberapa negara Amerika Latin dan Asia. Dengan dalih untuk membantu menanggulangi dampak krisis moneter yang dialami beberapa negara tersebut, AS mempergunakan Bank Dunia dan IMF untuk memaksakan paket kebijakan ekonomi, yang dikenal sebagai paket kebijakan Washington Concensus (Konsensus Washington). Agenda pokok paket kebijakan itu meliputi: (1) kebijakan anggaran ketat, termasuk penghapusan semua subsidi negara, (2) liberalisasi sektor keuangan dan perdagangan, serta sektor pertanian (3) privatisasi BUMN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan agenda-agenda ekonomi neoliberalisme di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak 1980-an, yang ditandai berlakunya paket kebijakan deregulasi dan debirokratisasi, sesuai dengan pakem neoliberalisme. Pemaksaan agenda Konsensus Washington secara masif menemukan momentumnya setelah Indonesia dilanda krisis moneter pertengahan 1997. Gayung pun bersambut setelah Pemerintah Indonesia mengundang "dokter" IMF untuk memulihkan perekonomian Indonesia, akibat diterpa krisis. Dalam hal ini, IMF pun memberlakukan jargon neoliberalisme: "tidak ada makan siang yang gratis".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengucurkan dana talangan yang dibutuhkan, IMF mewajibkan pemerintah Indonesia untuk melaksanakan agenda Konsensus Washington. Salah satu kewajiban itu adalah penghapusan subsidi BBM, yang mendorong masuknya perusahaan multinasional di bisnis retail BBM. Begitu juga dengan kewajiban privatisasi beberapa BUMN, telah mendorong berpindahnya sebagian besar kepemilikan saham BUMN ke jaringan korporasi asing. Sedangkan, liberalisasi sektor pertanian menjadi pemicu tidak hanya kesengsaraan bagi petani, tetapi juga menyeret ketergantungan Indonesia pada korporasi asing dalam penyediaan pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puluhan tahun mengenyam keberhasilan dalam mengusung dan memaksakan agenda-agenda neoliberalisme ke berbagai penjuru dunia hingga menjadikan neoliberalisme bermetaforsa menjadi neo-imperialisme, rupanya kedigdayaan sistim neoliberalisme akhirnya roboh juga. Hari-hari ini dunia menyaksikan proses robohnya neoliberalisme yang nampaknya hampir tak terelakkan lagi dengan adanya krisis keuangan di AS. Krisis keuangan kali ini merupakan krisis terburuk dalam sejarah perekonomian neoliberalisme yang dianut dan dipuja oleh negeri paling adidaya di kolong jagat ini. Krisis finansial yang meluluhlantakkan Wall Street bermula pada Juli 2007, ketika pasar saham dunia bergejolak akibat kredit macet secara massal di sektor perumahan (subprime mortgage). Beberapa bulan kemudian, sejumlah raksasa finansial AS, antara lain, Bear Stearns, Northern Rock, Fannie Mae, Freddie Mac, dan terakhir bank investasi terbesar keempat di AS Lehman Brothers, bertumbangan satu-persatu. Beberapa perusahaan keuangan lainnya, Seperti Merrill Lynch, AIG, Goldman Sachs, dan Morgan Stanley, juga terancam bangkrut dalam waktu dekat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden George W. Bush dalam pidatonya bahkan mengakui negaranya sedang terancam resesi, sehingga harus segera dilakukan tindakan penyelamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, tindakan penyelamatan yang ditempuh Bush, dengan menggelontorkan dana talangan US $700 miliar atau sekitar Rp 6.440 triliun, justru mengingkari prinsip dasar sistim neoliberalisme, yang berkaitan dengan peniadaan intervensi pemerintah. Demikian juga dengan kebijakan untuk mensuspen aktivitas pasar modal yang dilakukan hampir secara serentak oleh pemerintah di berbagai negara pemuja neoliberalisme, termasuk di pasar modal Indonesia, semakin mengindikasikan bahwa sesungguhnya sistim neoliberalisme sudah roboh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robohnya sistim neoliberalisme, yang justru bermula dari "lumbungnya" di AS, dapat dijadikan pelajaran berharga bagi para pemimpin dan calon pemimpin di Indonesia. Hendaknya para pengambil kebijakan agar tidak terlalu membabi-buta dalam penerapan sistim neoliberalisme dalam merumuskan kebijakan ekonomi di Indonesia. Barangkali, robohnya neoliberalisme merupakan momentum yang tepat bagi pemimpin Indonesia untuk lebih menekankan pada penerapan sistim ekonomi kerakyatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan martabat rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Fahmy Radhi, MBA., Direktur Program Diploma Ekonomi UGM, Anggota Dewan Pengurus Yayasan Mubyarto &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari www.mubyarto.org&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4648007261453340173-4107719185084843283?l=adikusumah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/2008/11/robohnya-neoliberalisme.html</link><author>noreply@blogger.com (Mul)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_dcbd2DjzTkY/SRLz3q-zkgI/AAAAAAAAAJA/LbrgVVk0i4s/s72-c/Capitalism.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173.post-2698447639815005035</guid><pubDate>Wed, 05 Nov 2008 17:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-06T02:54:10.563+08:00</atom:updated><title>Selamat Bagi - Obama - Jalan Perubahan</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_dcbd2DjzTkY/SRHrpDvo1zI/AAAAAAAAAI4/bc6Dd31LdW4/s1600-h/CARI.Obama.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 164px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_dcbd2DjzTkY/SRHrpDvo1zI/AAAAAAAAAI4/bc6Dd31LdW4/s200/CARI.Obama.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265248529985099570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari ini pemberitaan media begitu dominan terhadap kemenangan Senator Illenous, Barrack Husein Obama dalam pemilihan presiden USA. Wajar saja, sebab kondisi internal USA memang dalam keadaan yang tidak stabil. Krisis keuangan global yang melanda negera super power itu. Belum lagi masalah-masalah hubungan diplomatik, kiprah kontroversial USA dibawah kepemimpinan Bush. Atau masalah-masalah lain yang tengah membayangi negara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah gambaran permasalahan baik dalam dan luar negeri yang dialami negara paman sam itu. Masyarakat USA dan saya kira juga masyarakat Internasional memang sedang mengharapkan perubahan. Isu-isu terorisme, hubungan dengan timur tengah dan ancaman Islam yang di usung oleh Bush.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan Obama merupakan suka cita yang disambut dengan histeria massa, tidak saja bagi rakyat Amerika, tetapi oleh masyarakat Internasional. Harapan besar disandarkan kepada Obama. Sebab dalam berbagai kampanye dan public speaking yang dilakukan oleh Obama, ia begitu jelas mengkampanyekan perubahan. "CHANGE CAN HAPPEN".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suasana kepemimpinan yang ekstrim dibawah Bush, masyakarat USA tidak tidak merasa nyaman. Itulah beberapa harapan yang mereka titipkan. Jelas publik menginginkan hadirnya suatu perubahan. Yaitu multikulturalisme yang dibangun diatas dialog antar berbagai komunitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat kepada mr Obama. Harapan besar dari masyarakat Internasional ada dipundakmu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4648007261453340173-2698447639815005035?l=adikusumah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/2008/11/selamat-bagi-obama-jalan-perubahan.html</link><author>noreply@blogger.com (Mul)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_dcbd2DjzTkY/SRHrpDvo1zI/AAAAAAAAAI4/bc6Dd31LdW4/s72-c/CARI.Obama.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173.post-8296589731747373652</guid><pubDate>Sun, 02 Nov 2008 17:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-05T15:29:13.978+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>politic</category><title>Pemilu 2009 dan Politik Seksualitas</title><description>Kondisi sosial politik menjelang pemilihan umum legislatif dan presiden tahun 2009 semakin tak menentu. Benturan kepentingan terjadi dimana-mana. Di sisi ekonomi, sosial budaya apalagi di bidang politik. Benturan kepentingan ini pada gilirannya menghambat proses pengambilan keputusan terhadap sejumlah agenda-agenda mendesak yang mestinya didahulukan. Pemerintah semakin ragu dalam mengambil keputusan. Pertimbangannya jelas, jangan sampai mengganggu agenda 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan-keputusan penting menyangkut hajat hidup orang banyak, seperti kesejahteraan, pangan dan kesehatan publik nampak abai. Mereka alpa dengan soal-soal yang amat sangat substantif. Kenapa selalu saja mereka tidak pernah tepat dengan janji-janjinya semasa ia kampanye dulu? Apa mereka lupa? Atau gimana.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu persoalan yang menyita energi banyak pihak adalah UU Pornografi. Saya tidak mengikuti secara intim proses-proses ini dari awal. Sebab memang saya tidak terlalu tertarik. Tetapi UU ini berasal dari pemerintah yang diproses di DPR setelah melalui tahapan-tahapan sebagaimana layaknya sebuah UU dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bisa memahami kegundahan orang-orang tua yang ada di MUI atau lembaga-lembaga agama yang membela mati-matian terhadap undang-undang ini. Tetapi memang perlu di explorasi sejauh mana efektifitas sebuah regulasi mampu menciptakan keteraturan bagi publik. Bahwa kita resah dengan persoalan moral yang juga banyak disumbang oleh faktor eksternal seperti yang banyak digemborkan oleh lembaga-lembaga agama. Tetapi juga perlu disadari, bahwa problem moralitas tidak bisa dipisahkan dari kegagalan orang beragama. Ini kritik juga buat lembaga-lembaga keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalau bicara hukum, KUHP saya kira sudah cukup dijadikan landasan hukum untuk menjerat praktek-praktek pornografi itu. Masalahnya polisi dan jaksa kita belum secara maksimal bekerja untuk itu. Secara umum memang terjadi kapitalisasi lewat industri-industri semacam itu. Dan saya sangat memahami bagaimana kekhawatiran banyak orang soal involusi moralitas. Tapi bukan dengan jalan UU pornografi yang lebih kental muatan 2009nya. Justru pada banyak sisi menambah problem saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara-cara seperti itu tak ubahnya semacam UU sapu jagad yang dibuat oleh pemerintahan totaliter orde baru untuk memberangus gerakan mahasiswa. Pengaturan tubuh perempuan lewat UU sesungguhnya mengulang cerita-cerita masa lampau di masa kerajaan yang menempatkannya pada posisi subordinat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang beragama, saya kira tidak usahlah dengan cara-cara seperti itu. Bagi saya pendekatan yang mesti dilakukan adalah pada level kesadaran. Yaitu bagaimana organisasi keagamaan lewat berbagai agenda dan program untuk terlibat dalam pendampingan dan advokasi.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4648007261453340173-8296589731747373652?l=adikusumah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/2008/11/pemilu-2009-dan-politik-seksualitas.html</link><author>noreply@blogger.com (Mul)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173.post-3547011557515960432</guid><pubDate>Sun, 02 Nov 2008 01:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-02T09:31:27.600+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>culture</category><title>Budaya Rate' di Makassar</title><description>Rate' (pembacaan syair pujian pada Rasulullah SAW dan keluarganya) artinya membaca kisah atau syair-syair pujian terhadap Rasulullah SAW dan keluarganya dengan lagu dan irama tersendiri yang amat khas dan menyentuh hati. Rate' juga berawal dari kebiasaan masyarakat Gantarang Lalang Bata disaat memperingati hari besar Islam yaitu Maulid Nabi Muhammad SAW. Di Cikoang – Takalar – rate’ merupakan bagian dari acara peringatan maulid (maudu lompoa), biasanya berlangsung sekitar dua jam. Rate’ secara umum merupakan tradisi Islam dalam kebudayaan Makassar. Daerah-daerah yang secara geografis atau geopolitik masuk dalam wilayah kekuasaan kerajaan Gowa mengenal rate’ ini. Walaupun setiap daerah berbeda dalam hal rangkaian-rangkaian acaranya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Selayar rate’ memiliki rangkaian acara, antara lain adalah "ammasa" (membaca ayat-ayat dalam kitab suci Al-Qur'an), "barzanji" (puji-pujian kepada Allah Swt dan Historitas perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam bahasa Arab) dan "karra' pandang" (acara ritual dimana pasangan muda mudi yang mengiris pandan saling berpantun untuk mencari jodoh). Ritual inilah yang dilakukan oleh sebagian masyarakat Selayar sebagai salah satu dari bagian budaya Islam kuno pada setiap memperingati acara Maulid Nabi Besar Muhammad Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan khas yang disajikan pada acara tersebut diatas pun bervariasi, misalnya "songkolo" (ketan yang dimasak lalu dimasukkan dalam wadah yang terbuat dari anyaman daun lontara, kemudian diberi potongan ayam goreng dan telur rebus) dan "susuru" (kue berbahan dasar ketan, gula aren dan telur yang kemudian digoreng lembab).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4648007261453340173-3547011557515960432?l=adikusumah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/2008/11/budaya-rate-di-makassar.html</link><author>noreply@blogger.com (Mul)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173.post-2915168022850770729</guid><pubDate>Fri, 31 Oct 2008 17:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-01T02:24:33.492+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>ipm</category><title>IPM Pasca Muktamar 2008</title><description>Muktamar XVI Ikatan Remaja Muhammadiyah baru saja dilaksanakan pada tanggal 23-28 Oktober 2008 di Asrama haji Donohudan, Boyolali Jawa Tengah. Sejumlah keputusan penting diputuskan dalam forum tersebut. Perubahan nomenklatur dari IRM ke IPM sebagaimana awal organisasi ini berdiri, tim formatur dan yang sangat penting adalah kerangka dasar IPM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolehlah ada yang kecewa dan gembira. Kecewa mungkin karena faktor kekalahan atau komitmen-komitmennya di khianati. Atau gembira karena menang. Mungkin juga karena tidak puas dengan pelayanan yang disuguhkan oleh panitia pelaksana. Mungkin ini bagian dari citra diri kita. Saya sebenarnya selalu membayangkan bahwa dalam forum-forum muktamar yang diperdebatkan adalah soal yang substansial, misalnya aspek materi. Tapi nampaknya itu tidak terlalu penting. Bagi muktamirin, suksesi jauh lebih seksi dibandingkan materi. Boleh jadi ini kegagalan gerakan Iqra' kita, entahlah!&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sudahlah, kita tinggalkan itu semua. Mari kita memikirkan sesuatu yang lebih penting, yaitu Ikatan. Sekarang bagaimana formatur menyusun tim yang kuat. Tim inilah yang akan bekerja mengawal cita-cita, imajinasi dan agenda nasional Ikatan. Saya juga tidak menemui itu dalam materi Muktamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi karena kita terjebak pada sesuatu yang sebenarnya sudah cukup, tidak mendesak tapi dianggap prioritas. Misalnya debat soal landasan hukum, dll. Sementara IPM adalah ortom yang merupakan sub organ dari persyarikatan Muhammadiyah. Dimana landasan-landasannya sudah lebih dari cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku IPM pasca Muktamar 2008 harus merumuskan sebuah cita-cita antara yang harus dicapai sedikit-demi sedikit dari cita-cita panjang IPM yaitu terbentuknya pelajar Muslim yang berilmu, berahlaq mulia dan terampil dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam sehingga terwujud masyarakat utama. Cita-cita antara itu lalu diformulasikan dalam bentuk road map sebagai tahapan pencapaiannya dengan indikator-indikator berdasarkan asumsi-asumsi yang dirumuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, agenda yang harus dilakukan IPM pasca Muktamar; pertama, penguatan organisasi, rebranding dan improving IPM. Pasca perubahan nomenklatur IRM ke IPM tentunya membutuhkan proses dalam memberikan penguatan pada level struktur ikatan. Disamping penguatan, juga tidak kalah pentingnya adalah bagaimana melakukan rebranding IPM. Pendekatan-pendekatan pemasaran yang banyak digunakan di lembaga bisnis juga harus diadopsi oleh IPM. Saat ini pendekatan pemasaran sudah banyak dipakai di lembaga nirlaba. Sehingga cara-cara seperti itu harus diadopsi oleh IPM dalam kerangka strategi dakwahnya. Bukan untuk pamer atau riya. Lebih kepada aspek strategis berupa syiar dan citra ikatan dipublik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, fokus pada pendampingan sekolah Muhammadiyah. Sebagai konsekuensi dari basis pelajar, maka IPM harus lebih fokus pada pendampingan sekolah-sekolah Muhammadiyah. IPM tidak boleh cengeng dan selalu minta sesuatu kepada sekolah. Tapi IPM harus berfikir bagaimana memberi value added bagi sekolah Muhammadiyah. Saya memimpikan lahir ilmuwan-ilmuwan dari sekolah Muhammadiyah lewat dampingan KIR IPM. Lahir jurnalis muhammadiyah dari proses pendampingan jurnalistik. Budayawan atau seniman-seniman lewat bengkel-bengkel seni pelajar Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, IPM harus menguasai sekolah-sekolah Negeri. Aspek ini harus dimasukkan dalam agenda penting IPM periode ini. Tidak bisa disangkal lahirnya pemimpin-pemimpin saat ini adalah mereka yang bersekolah di sekolah-sekolah negeri/favorit. Dengan program-program alternatif, saya yakin IPM bisa masuk dan bersaing dengan organ-organ pelajar yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir IPM sudah harus membuat master plan 10 tahunan sebagai kerangka dan pandu setiap stakeholder dalam mencapai cita-cita IPM. Sukses dan selamat berkhidmat kepada IPMawan dan IPMawati.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4648007261453340173-2915168022850770729?l=adikusumah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/2008/11/ipm-pasca-muktamar-2008.html</link><author>noreply@blogger.com (Mul)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4648007261453340173.post-4061455866350546796</guid><pubDate>Sat, 18 Oct 2008 08:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-27T11:22:10.675+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>pasar bebas</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>ekonomi</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Neoliberalisme</category><title>Runtuhnya Mitos Pasar Bebas</title><description>Sejak diproklamirkan oleh Adam Smith tahun 1776 lewat bukunya – &lt;span style="font-style:italic;"&gt;An Inquiry Into the Nature and Causes of The Wealth of Nation&lt;/span&gt; – yang sangat terkenal itu. Teori pasar bebas menjadi sangat ramai, kontroversial dan mengundang perdebatan intelektual yang sengit. Sakin ramainya, buku setebal 900 halaman itu habis terjual dalam jangka waktu 6 bulan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku tersebut merupakan magnum opus Smith yang menguraikan hukum-hukum sebab akibat demi menjelaskan bagaimana cara mencapai kesejahteraan. Lewat buku inilah berbagai gagasan disampaikan oleh Smith, diantaranya adalah gagasan tentang kekayaan (wealth), pembagian kerja (division of labour), khuluk manusia (nature of men), mekanisme pasar (market mechanism) dan paham liberalism (liberalism) itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ada yang terlalu genuine dari pemikiran Smith. Sebab diskursus-diskursus yang ia bangun sudah ada jauh sebelumnya, yaitu pada masa klasik. Itulah alasan Karl Marx, musuh nomor wahid Smith ketika ia mengejek Adam Smith sebagai pemikir ekonomi klasik. Karena Smith banyak mengakuisisi pemikiran-pemikiran dimasa itu. Lalu apa kekuatan dari Smith? Kekuatannya yang penting dan menandai lahirnya suatu konstruksi baru pemikiran dan praksis ekonomi ialah, Smith mampu menciptakan suatu sistem ekonomi. Itulah yang kemudian hari dikenal dengan mazhab ekonomi pasar dan menempatkan namanya dalam deratan pemikir besar ekonomi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mazhab Ekonomi Pasar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditelusuri geneologi pemikiran Adam Smith, akan ditemukan bahwa lahirnya gagasan pasar bebas atau ekonomi pasar itu berakar dari perjumpaan Smith dengan merkantilisme. Merkantilisme sendiri berasal dari akar kata merchant yang maknanya “pedagang”. Sehingga dalam pandangan kaum merkantilisme, setiap negara yang berkeinginan untuk maju harus melakukan pedagangan dengan negara lain. Merkantilis percaya bahwa ekonomi dunia stagnan dan kekayaan tetap, sehingga suatu bangsa hanya bisa berkembang dengan mengorbankan negara lain. Konsekuensinya kaum merkantilis menciptakan menopoli yang diciptakan oleh negara dan mendukung kebijakan kolonialisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para perintis merkantilisme meyakini pentingnya kekuatan negara dan penaklukan negara lain sebagai point utama dari kebijakan ekonomi. Jika sebuah negara tidak mempunyai supply dari bahan mentahnnya maka mereka harus mendapatkan koloni untuk mensuplai bahan mentah yang dibutuhkan. Koloni berperan bukan hanya sebagai penyedia bahan mentah tapi juga sebagai pasar bagi barang jadi. Agar tidak terjadi suatu kompetisi maka koloni harus dicegah untuk melaksanakan produksi dan berdagang dengan pihak asing lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran seperti inilah yang tidak disetujui oleh Smith. Bukan hanya tidak setuju, tetapi ia mengangkat perang dengan pandangan seperti kaum merkantilisme itu. Bagi ekonom berkembangsaan Skotlandia ini, pandangan merkantilisme hanya akan menghasilkan kemakmuran dan keuntungan bagi produsen dan pemegang monopoli saja. Karena itu menurut bapak kapitalisme modern ini semua hal yang menyebabkan adanya hambatan dalam perdagangan bagi dua negara akan mengurangi kemampuan kedua negara untuk berproduksi dan karena itu hambatan itu harus diberangus. Itulah pandangan pokok tentang zero tarif dan pajak yang diperjuangkan oleh negara-negara industri bagi produknya di seluruh negara yang merupakan serpihan pikiran Smith yang dijadikan kebijakan oleh International Monetary Fund (IMF) dan diratifikasi oleh negara-negara anggota IMF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Adam Smith pemerintah atau negara tidak boleh campur tangan dalam perekonomian. Ini misalnya dapat dipotret dari pernyataan Smith “biarkan sajalah perekonomian berjalan dengan wajar tanpa campur tangan pemerintah, nanti akan ada suatu tangan tak kentara (invisible hands) yang akan membawa perekonomian pada keadaan seimbang (equilibrium)”. Dari pernyataan tersebut jelas, campur tangan pemerintah dalam perekonomian bagi Smith hanya akan melahirkan distorsi dan membuat pasar tidak efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran tentang kebebasan inilah yang menjadi inti dari mazhab ekonomi pasar. Sekaligus menandai suatu revolusi dalam sistem perekonomian modern yang dibangun dari nilai-nilai (1) kebebasan (freedom), (2) kepentingan diri (self-interest) dan (3) persaingan (competition).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem ekonomi pasar yang diajarkan oleh Smith kini telah menjadi model mayoritas negara-negara maju seperti Eropa, Amerika Serikat, Japan, China, Korea Selatan, Taiwan, India, dan Singapora. Ajaran tentang produksi dan pertumbuhan dari Smith begitu nampak dalam perekonomian China saat ini. Kasus China adalah bukti penting bagaimana terjadi perubahan yang cukup dahsyat dalam ideologi ekonomi China yang mengantarkannya menjadi kekuatan lain pasca USA dan Japan. Bahkan banyak analisis memberikan proyeksinya jika tingkat pertumbuhan 9%  konsisten, maka dalam 20 tahun kedepan China akan menyamai atau bahkan melebihi perekonomian USA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Runtuhnya Mitos Pasar Bebas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan yang ditunjukkan oleh negara dengan anutan ekonomi pasar memang sangat menggiurkan. Karena semua negara ingin menyejahterakan masyarakatnya. Sehingga negara-negara miskin dan dunia ketiga lainnya berusaha mengadopsi model ekonomi dengan free market ideology itu dengan tujuan untuk mendorong pertumbuhan. Bahkan pada tingkat tertentu mereka memanggil konsultan-konsultan asing guna mendesain model ekonomi negaranya. Sebenarnya tidak salah, tetapi apa memang ia model seperti itu manjadi satu-satunya pendekatan dalam mendorong perekonomian negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam banyak kasus, pertumbuhan negara-negara yang saat ini memiliki perekonomian baik tidak selamanya mulus. Banyak sekali terjadi ketimpangan dan ketidakadilan yang menyertai pertumbuhan ekonomi. Dalam hubungannya dengan pasar bebas, kasus China tidaklah murni dengan pasar bebas, sebab di China tetap ada intervensi pemerintah dalam melakukan regulasi terhadap pelaku-pelaku ekonomi China. Ini bisa dilihat dari adanya cluster industry. Jadi ada kawasan-kawasan khusus yang dijadikan sebagai pusat-pusat pertumbuhan, transaksi ekonomi dan perdagangan. Bahkan pada tingkat tertentu pemerintah China mengenakan pajak yang tinggi kepada warga negaranya yang melakukan pembelian di kawasan-kawasan khusus itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus terakhir, yaitu resesi ekonomi global yang melanda pasar keuangan dunia. Lagi-lagi membuktikan bahwa tidak ada pasar yang benar-benar terjadi persaingan sempurna didalamnya. Runtuhnya pasar sub prima memiliki riak yang cukup besar terhadap perbankkan dan keuangan secara global sekaligus mengakhiri pertumbuhan ekonomi selama satu dekade terakhir. Sehingga dengan sangat malu pemerintah USA harus menggelontorkan 700 millir dollar Amerika untuk mencegah berlanjutnya krisis keuangan yang akan meruntuhkan fundamen-fundamen ekonomi negara adidaya itu. Kenapa USA sang penganjur ekonomi pasar itu kini tidak membiarkan perekonomiannya, sebab dalam keyakinan penganut mazhab ekonomi pasar akan ada tangan tak kentara yang membuatnya seimbang? Kenapa tidak menunggu sampai terjadi equilibrium?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis finansial yang melanda dunia tahun ini bukanlah satu-satu bukti bahwa pasar bebas bukanlah yang terbaik sekaligus meruntuhkan mitos bahwa sistem ekonomi pasar merupakan pencipta kesejahteraan. Model ekonomi seperti itu hanya akan melahirkan rimba ekonomi, siapa yang kuat dialah yang akan menang. Ada sederatan kasus lain yang terjadi sejak tahun 1907, 1932, 1945 – 1948 (masa perang dunia kedua), 1974 dan 1998 adalah periode-periode yang sangat sulit dan sekaligus refleksi kegagalan model ekonomi ini, walau pun secara relatif memperlihatkan pertumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model pasar bebas memang telah melahirkan segelintir orang terkaya di dunia dan sekaligus menciptakan lubang yang menganga lebar antara yang kaya dan miskin. Dan ini merupakan kegagalan pasar bebas menciptakan kesejahteraan bagi banyak umat manusia di muka bumi ini. Survey membuktikan bahwa system ekonomi pasar telah menyebabkan pandemi kemiskinan yang menakutkan dan mematikan bagi umat manusia. Mereka mengalami kelaparan, kekurangan gizi dan pangan akibat kemiskinan yang merenggut. Word Institute for Development Economic Research menyimpulkan bahwa 1% dari orang-orang terkaya di dunia memiliki 40% kekayaan, dan hanya 10 % dari populasi dunia yang memiliki 85% total aset dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pasar bebas hanyalah mitos dan karena itu ia telah gagal menciptakan kesejahteraan ekonomi yang lebih adil bagi kemanusiaan. Sebab aspek-aspek ethic dan prinsip-prinsip keadilan yang mestinya menjadi spirit ekonomi diabaikan. Wallahu A’lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4648007261453340173-4061455866350546796?l=adikusumah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://adikusumah.blogspot.com/2008/10/runtuhnya-mitos-pasar-bebas.html</link><author>noreply@blogger.com (Mul)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item></channel></rss>